Pusinfowas BPKP Bantu Polri Hadapi Fenomena Black Swan di Masa Pandemi

 

JAKARTA (24/9) - Kepala Pusat Informasi Pengawasan (Pusinfowas) BPKP menjadi penyaji materi Manajemen Risiko pada Sespimma Lemdiklat Polri Angkatan ke-63 secara online.
 
Kepala Pusat Informasi Pengawasan Rudy M. Harahap berkesempatan untuk memaparkan materi berjudul “Menggunakan Pengendalian Secara Strategis sebagai Rem dan Gas Melalui Governansi dan Manajemen Risiko Terintegrasi” di Sespimma Lemdiklat Polri Angkatan ke-63. Peserta Sespimma ini merupakan para calon pemimpin KOD, seperti dari Polres.
 
Pada acara tersebut, Rudy memberikan pengalaman praktik manajemen risiko di lapangan. Ia juga memberikan contoh praktik-praktik manajemen risiko kepolisian di berbagai negara, seperti kepolisian di England, Los Angeles, dan Kanada, terutama bagaimana kepolisian di negara-negara tersebut memitigasi risiko teknologi informasi.
 
Dijelaskan oleh Rudy, manajemen risiko terdapat 3 level, yaitu strategic, tactical, dan project/operational. Level strategic berjalan pada top level, yaitu Polri, sedangkan level berikutnya pada Polda, Polres, dan Polsek. 
 
Dijelaskan juga oleh Rudy, pada RPJMN 2020-2024 Pemerintah menekankan manajemen resiko adalah untuk membuat instansi pemerintah menjadi perform, bukan sekadar compliance.
 
Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta pada kegiatan kali ini dijawab dengan baik. Sebagai contoh, menjawab pertanyaan seorang peserta, untuk mengidentikasi risiko pada kepolisian mereka dapat belajar dari masalah yang pernah terjadi dan belum pernah terjadi. 
 
Pada masa pandemi saat ini, kepolisian banyak melihat masalah yang belum pernah terjadi yang disebut fenomena “black-swan”. Untuk itu, risiko di kepolisian tidak hanya diidentifikasi dengan pendekatan resprospective, tetapi juga harus dengan pendekatan prospective.
 
Pendekatan prospective lebih sulit diterapkan, tetapi dapat dibantu dengan big data analysis. Sebagai contoh, kini ditemukan mitigasi risiko Covid-19 dengan cuci tangan, jaga jarak, dan penggunaan masker. Ketiganya adalah hasil big data analysis dengan pendekatan prospective
 
Pada sesi akhir, Rudy memberikan peserta exercise Dialog Risiko yang menarik perhatian peserta. Metode Dialog Risiko ini dikembangkan oleh Rudy dari pengalamannya membina manajemen risiko di berbagai instansi pemerintah.
 
(Kominfo Pusinfowas BPKP/aw/rm)