Perwakilan BPKP Provinsi Maluku

Sejarah BPKP Maluku

-No Photo-

Tahun 1966-1967

Cikal bakal perwakilan BPKP Provinsi Maluku bermula dari didirikannya Kantor Akuntan Negara Ambon pada tahun 1966, yang pada saat itu dipimpin oleh kepala kantor pertama Drs. Tjahjono Inuwinardi.

 
Tahun 1967-1969
Pada tahun 1967 Kepala Kantor Akuntan Negara Ambon dipimpin oleh Drs. A. K. M. Husein, MBA., yang saat itu masih menumpang di Kantor Bendahara Negara (KBN) yang sekarang disebut Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Maluku. Pada periode ini dibangun sebuah rumah dinas seluas 70 m2 di Jl. Suakecindang Benteng, Ambon.
Tahun 1969-1974
Pada tahun 1969 terjadi penggantian kepala Kantor Akuntan Negara yang dipimpin oleh Drs. Umun Supriatman. Pada periode ini dibangun gedung kantor seluas 204 m2 di Jl. Rijali, Ambon yang diresmikan pemakaiannya pada tahun 1972 (sekarang digunakan sebagai mess BPKP).
Tahun 1974-1979
Kantor Akuntan Negara Ambon dipimpin oleh Drs. Abdul Kadir Rasmikusumo. Selama kepemimpinan beliau, dibangun sebuah rumah dinas seluas 50 m2 di Jl. Inatuni, Karang Panjang.
Tahun 1979-1982
Pada tahun 1979 tejadi penggantian Kepala Kantor Akuntan Negara yang dipimpin oleh Drs. Sachlan Prawira. Selama kepemimpinan beliau, dibangun gedung kantor berlantai dua seluas 440 m2 dengan dana DIP 1978/1979 dan 1981/1982 yang terletak di Jl. Waihaong Pantai.
Tahun 1982-1984
Pada tahun 1982 Kepala Kantor Akuntan Negara adalah Drs. Fahuwu Zebua. Selama kepemimpinan beliau diadakan pengadaan tanah seluas 1.300 m2 di Jl. Batugong, Passo dan pada tahun 1983 gedung kantor yang berlantai dua di Jl. Waihaong Pantai diresmikan. Sesuai Keputusan Presiden RI No. 31 Tahun 1983 tentang pembentukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, maka sejak itu Kantor Akuntan Negara Ambon berubah menjadi Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Maluku beralamat di Jl. Waihaong Pantai, Ambon.
Tahun 1984-1987
Pada tahun 1984 terjadi serah terima jabatan dari kepala Kantor Akuntan Negara Ambon Drs. Fahuwu Zebua kepada Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Maluku yang baru yaitu Drs. Pramono. Selama kepemimpinan beliau dibangun sebuah rumah dinas seluas 120 m2 di Jl. Pitu Ina Karang Panjang, Ambon sebagai rumah jabatan Kepala Perwakilan.
Tahun 1987-1991
Pada tahun 1987 Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Maluku dipimpin oeh Drs. Rohim. Dalam masa kepemimpinan beliau (tahun 1989) BPKP Pusat mengirim satu unit komputer(PC). Pada saat itu pula perwakilan BPKP Provinsi Maluku memasuki era komputerisasi
Tahun 1991-1994
Pada tahun 1991 Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Maluku dijabat oleh Drs. Pontas R. Siahaan. Pada masa kepemimpinan beliau tahun 1992/1993 Perwakilan BPKP Provinsi Maluku mendapat bantuan sebuah rumah seluas 50 m2 yang dibangun di kompleks perumahan Passo Batugong, Ambon
Tahun 1994-1998
Pada tahun 1994 Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Maluku dijabat oleh Drs. Sahat Lingga. Dimasa kepemimpianan beliau, dilakukan renovasi Kantor BPKP Provinsi Maluku untuk memberikan kenyamanan bagi pegawai dalam menjalankan tugas yang diembannya.
Tahun 1998-1999
Pada tahun 1998 Perwakilan BPKP Provinsi Maluku dijabat oleh Drs. Sintong Nainggolan, namun masa kepemimpinan beliau tidak berlangsung lama karena pada tahun 1999 terjadi konflik sosial di Maluku yang menyebabkan kantor BPKP Perwakilan Provinsi Maluku untuk sementara dinonaktifkan karena kondisi yang tidak kondusif selama periode tahun 1999-2003.
Tahun 2003-2005
Melihat semakin kondusifnya kondisi Maluku pasca konflik sosial, maka Kepala BPKP menugaskan Drs. M. Chusen, MSi beserta beberapa pegawai lainnya untuk merintis kembali Perwakilan BPKP di Maluku yang semula dinonaktifkan agar difungsikan kembali. Pada akhirnya perjuangan para pegawai yang di motori oleh Drs. M. Chusen, MSi untuk memfungsikan kembali Perwakilan BPKP di Maluku telah membangun sebuah pondasi yang baik bagi kerjasama dengan pemerintah daerah Maluku.
Tahun 2005-2007
Masa tahun 2005 adalah masa pemulihan dan penguatan kembali sendi-sendi organisasi sebagai sebuah keluarga besar BPKP. Masa ini BPKP Maluku dipimpin oleh Drs. Wawan Ridwan, memiliki banyak tantangan yang karena kondisi pasca konflik membutuhkan seni dan kemampuan tersendiri dalam memimpin. Kepemimpinan Beliau dilakukan dengan membuat sarana bersosialisasi baik antar pegawai maupun dengan keluarga. Forum sosialisasi ini juga dilakukan dengan melibatkan para pegawai yang berasal dari luar daerah Maluku sebagai pelekat. Pada Masa ini dibangunlah sarana olah-raga dan perumahan bagi pegawai BPKP.
Tahun 2007-2009
Mohammad Roem terkenal dengan sifatnya yang sangat dekat di kalangan pegawai, bahkan dengan LSM juga berkawan namun demikian sangat tegas dalam hal prinsip-prinsip kepemimpinan, bahwa kantor harus tetap berjalan. Gaya kepemimpinan ini sangat cocok diterapkan waktu itu dengan melihat kondisi psikologi pegawai yang membutuhkan figur bapak, teman dan sahabat. Dibawah kepemimpinan Mohammad Roem muncul cikal bakal "Ale Rasa Beta Rasa" yang mempersatukan pegawai BPKP sebagai keluarga.
Tahun 2009-2011
Selama memimpin BPKP Maluku, Slamet Hariadi, Ak., MSA., CISA., terkenal dengan kearifan sebagai sosok pemimpin. Melalui pendekatan kepada seluruh pegawai, Beliau makin menguatkan tertanamnya "Ale Rasa Beta Rasa" di antara pegawai.
Tahun 2011-2014
Pada periode tersebut, BPKP Maluku dipimpin oleh Endrang, Ak., MBA. Dengan karakter tidak pernah marah maka tercipta keakraban yang lebih dengan pegawai. Selain itu, dengan tingkat kepedulian kepada seluruh pegawai, menjadikan suasana kantor kondusif. Selama masa kepemimpinan Endrang, BPKP sempat pindah berkantor di Karang Panjang karena kantor BPKP di Jalan Waihaong sedang dilakukan rehabilitasi. Penampilan kantor BPKP Maluku berubah drastis menjadi seperti kantor baru dan megah.
Tahun 2014-2015
Pada periode ini, BPKP Maluku dipimpin oleh Abdul Azis, S.E., M.Si. Pada masa ini BPKP Maluku memperkuat kerjasama dengan pemerintah daerah yang ada di Provinsi Maluku. Dengan karakter tegas dan lugasnya, Abdul Azis membangun kebersamaan BPKP Maluku menjadi lebih kuat dengan tetap mempertahankan nilai lokal "Ale Rasa Beta Rasa".
   

Share