Empat Strategi BPKP Dukung Agenda Prioritas Pengawasan

BOGOR (3-6/11) – Sekretariat Utama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai enabler harus mendukung unit kerja teknis agar hasil pengawasan semakin berkualitas dan apa yang telah tersaji dalam Agenda Prioritas Pengawasan (APP) semakin mumpuni, bermutu dan makro.

Enabler harus terus berupaya meningkatkan pemahaman APP, menguatkan kendali pengawasan, menguatkan kendali mutu pengawasan, juga memastikan sumber daya yang digunakan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Sekretaris Utama BPKP Ernadhi Sudarmanto.

Dijelaskan, dalam koordinasi kali ini seluruh peserta harus dapat menghasilkan rencana aksi dalam menindaklanjuti arahan Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh yang di tiap kesempatan selalu menekankan pentingnya pembenahan manajemen kualitas pengawasan. “Saya berharap, ada sesuatu yang akan dilengkapi pada situasi (raker) sekarang ini,” pesannya.

Untuk itu dirinya meminta kepada seluruh peserta khususnya para pejabat struktural Sekretariat Utama (Setma), memaksimalkan koordinasi ini untuk mengecek kembali posisi, arah dan relevansi tugas kesetmaan sebagai enablers. “Ada kebutuhan semua unit BPKP menjadi able to do something, karena di sini fungsinya (Setma) adalah enabler,” ucapnya.

Koordinasi Sekretariat Utama Tahun 2021 dihadiri oleh seluruh pejabat struktural Kesetmaan. Secara garis besar terdapat empat upaya penting yang harus dilakukan seluruh unit kerja Setma untuk dapat mendukung Agenda Prioritas Pengawasan (APP), yaitu meningkatkan pemahaman atas APP, memperkuat kendali pengawasan, memperkuat kendali mutu hasil pengawasan, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Peserta raker yang dibagi menjadi 5 komisi telah menetapkan berbagai rencana aksi jangka pendek, menengah, dan panjang dalam rangka mengawal APP Tahun 2021 dan Tahun 2022.

Sementara itu, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh yang hadir dalam penutupan raker kembali menekankan pentingnya perbaikan berkelanjutan. Di mana area perbaikan pelaksanaan pengawasan terletak pada Kedeputian, serta manajemen pengawasan dan enabler lainnya pada Sekretariat Utama.

“Seluruh rencana aksi yang ditetapkan pada rapat kerja Sekretariat Utama ini akan dimonitor,” ujarnya.

Berkaitan dengan peran penting sumber daya manusia dalam mewujudkan visi BPKP, Yusuf Ateh berpesan bahwa setiap pegawai BPKP harus bekerja secara akurat, cermat, cepat, tepat, militan, dan berkualitas agar memberikan hasil yang bermanfaat dan nyata. Selain itu, ia juga menekankan bahwa BPKP harus menjadi teladan dalam penyelenggaraan akuntabilitas keuangan dan pembangunan, “Apa yang dibangun di luar, juga harus dibangun di dalam.”

Koordinasi kali ini juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pemerintahan Jurist Tan, serta narasumber dari Telkom, yaitu Senior General Manager Telkom Corporate University Jemy V. Confido. Keduanya mengisi sharing session dengan materi masing-masing adalah “Inovasi Digital untuk Meningkatkan Kinerja Organisasi” dan “Inovasi Bagi Negeri Digital Learning Institute PT Telkom Indonesia”.

(Kominfo BPKP/RW)