Ceramah Kepemimpinan yang Bersih dan Bebas KKN oleh Kepala Perwakilan BPKP Riau

Demikian disampaikan oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Riau saat diminta berceramah pada acara “ Diklat Teknik Substantif Spesialisasi Pejabat Pembuat Komitmen Tahun Anggaran 2013” di lingkungan Kementerian Keuangan yang  diselenggarakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) pada tanggal 18 Januari 2013 di Hotel Labersa Pekanbaru.

 

Dalam diklat yang diikuti oleh 40 orang peserta dari instansi Bea dan Cukai, Dirjen Pajak dan DJKN yang berasal dari Riau, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Bengkulu dan Jambi ini, Kaper menjelaskan bahwa setidaknya ada 6 (enam) pagar pencegahan korupsi yang harus dipahami oleh para pemimpin terutama PPK yaitu pertama value atau nilai-nilai yang hidup dan ada di dalam organisasi dan  menjadi pagar utama. Nilai-nilai profesionalisme, Integritas, Sinergisme, Pelayanan dan kesempurnaan yang di akui hidup di lingkungan Kementerian Keuangan semestinya menjadi perisai terdepan dalam Pencegahan Korupsi di setiap unit teknis terkait. Kedua, Internal Control seperti termuat pada PP 60 tahun 2008 tentang Pengendalian Internal Pemerintah.

 

Ketiga, Auditor Internal seperti Inspektorat. Keempat, External Auditor serta yang kelima adalah Social Control yang melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Community Social Observer (CSO) yang dapat berguna mendorong transparansi dan yang terakhir yaitu Law enforcement atau pencegahan hukum yang konsisten.

 

Lebih lanjut Mulyana menegaskan agar terhindar dari KKN, setiap pimpinan harus memiliki komitmen dan integritas yang konsisten, menghindari terjadinya penyalahan kekuasaan atau wewenang, benturan kepentingan serta berhati-hati dalam membuat  kebijakan yang harus diikuti atas akuntabilitas yang terukur.

 

Diakhir sambutannya, Kepala Perwakilan berpesan kepada peserta agar mampu menjadi the good leader karena setiap diri kita adalah pemimpin sesuai dengan ruang lingkup yang dipimpin, dan setiap pimpinan akan diminta pertanggungjawabannya, serta jadilah the good followers bagi pimpinan dan janganlah menjadi the dead wood atau kayu lapuk atau the Parrot yang akan menenggelamkan kapal atau organisasi secara tiba-tiba.

 

(Humas BPKP Riau, adi)