Sosialisasi Program Anti Korupsi di Perwakilan BPKP Provinsi Riau

Pekanbaru, 10 Oktober  2011, bertempat di Aula Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Riau diselenggarakan pembukaan Sosialisasi Program Anti Korupsi. Acara sosialisasi direncanakan selama tiga hari, dari tanggal 10 sampai dengan 12 Oktober 2011. Peserta sosialisasi hari pertama adalah pelajar di Kota Pekanbaru. Sedangkan peserta hari kedua dan hari ketiga adalah dari kalangan Guru di Kota Pekanbaru dan PNS di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Riau.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Riau Lucky Agus Janapria dalam sambutannya menyampaikan bahwa bahwa BPKP terus berupaya membantu memberantas korupsi melalui strategi pre-emptive/edukatif,  preventif, dan represif. Strategi pre-emptive merupakan upaya pemberantasan korupsi dengan cara membangun dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat terhadap permasalahan dan konsekuensi akibat adanya korupsi. Keterlibatan masyarakat dalam pemberantasan korupsi baik secara individu maupun kelompok sangat diperlukan karena suatu kejadian korupsi dapat dimulai, didorong, dilaksanakan , dihambat dan dicegah oleh anggota masyarakat.

Kisyadi, Kepala Bidang Investigasi Perwakilan BPKP Provinsi Riau dalam paparannya menyampaikan, kondisi korupsi di Indonesia pada umumnya dan Provinsi Riau pada khususnya. Kondisi itu harus dijadikan pemicu bagi seluruh instansi pemerintah dan masyarakat Riau untuk berbenah diri dan bekerja sesuai aturan yang berlaku.

Sedangkan Suratno, Kasubdit III Ditreskrimsus Tipikor Polda Riau, menyatakan bahwa korupsi bukan merupakan budaya, tapi sudah mendarah daging dan dilakukan oleh sebagain masyarakat. Strategi pencegahan korupsi,  terutama bagi kalangan pelajar, dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. 

 

(Humas Riau/IVH)