Pusat Penelitan dan Pengembangan Pengawasan

08.1083 - Kebutuhan Kompetensi SDM BPKP dalam Mendukung Peran Sebagai Auditor Presiden

Nomor: LHT-1083/LB/2008, Tanggal 15 Desember 2008

ABSTRAKSI

Penelitian Kebutuhan Kompetensi SDM BPKP Dalam Mendukung Peran Sebagai Auditor Presiden’ merupakan salah satu langkah dalam pelaksanaan reformasi birokrasi pemerintahan di BPKP. Penelitian ini dilakukan untuk mengantisipasi tugas, peran, dan fungsi BPKP ke depan seiring dengan pencanangan BPKP sebagai ‘Auditor Presiden’ dengan strategi pelayanan Four Cs, yaitu Capacity Building, Current Issue, Clearing House, dan Check and Balance sesuai motto ‘New BPKP’. Hal ini sejalan dengan peran dan fungsi BPKP dalam bidang pengawasan intern dan pembinaan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dengan terbitnya PP No. 60 Tahun 2008 tentang SPIP.

Penelitian ini berfokus pada kajian literatur untuk memperoleh pengertian Auditor Presiden, Empat strategi pelayanan BPKP (Four Cs), dan kebutuhan kompetensi Auditor Presiden. Sedangkan pelaksanaan wawancara kepada top management dan penyebaran kuesioner kepada para Pejabat Fungsional Auditor dan Struktural, dilakukan sebagai complimentary untuk menguatkan hasil analisis/kajian literatur.

Sebagai suatu studi kasus, ‘Pengukuran GEG di lingkungan BPKP’ dilakukan terhadap 10 unit kerja eselon II Satuan Kerja Pengguna Anggaran SKPA dari sejumlah 30 unit kerja eselon II SKPA. Pengumpulan data kinerja dilakukan dengan kuesioner, sehingga pengukuran ini dilakukan dengan self assessment. Sedangkan penyempurnaan indikator dan parameter, serta pengumpulan datanya dilakukan melalui wawancara.

Penelitian menghasilkan pengertian Auditor Presiden, pengertian Four Cs, dan jenis kompetensi teknis auditor presiden, yaitu kompetensi umum, kompetensi keahlian, dan kompetensi spesialis. Ketiga jenis kompetensi tersebut mengandung empat unsur kompetensi, yaitu interpersonal skill, tools and technique, Standard, Theory & Methodology, dan Knowledge Area, dengan gradasi kompetensi bertingkat, yaitu ‘1’ = mengetahui, ‘2’ = mengetahui dan dapat mengaplikasikan, ‘3’ = mengetahui , dapat mengaplikasikan, dan dapat melakukan evaluasi.

Tingkat Penerapan GEG dihasilkan dari rata-rata tertimbang dengan memperhitungkan bobot variabel prinsip Responsibilitas sebesar 50%, Akuntabilitas sebesar 40%, dan Transparansi sebesar 10%. Nilai tingat penerapan GEG digolongkan dalam lima kategori yaitu: ‘Sangat Baik’, ‘Baik’, ‘Cukup’, ‘Kurang’, dan ‘Sangat Kurang’. Tingkat penerapan GEG pada 10 unit eselon II SKPA di Lingkungan BPKP adalah sebesar 1.702 yang termasuk dalam kategori ‘Sangat Baik’.

 

Key words: Auditor Presiden, kompetensi Auditor Presiden, dan Four Cs, Capacity Building, Current Issue, Clearing House, dan Check and Balance.


Share