Pusat Penelitan dan Pengembangan Pengawasan

07.790 - Pemetaan Praktik Manajemen Risiko di Instansi Pemerintah

Nomor: LHP- 790/LB/2007, Tanggal 29 OKTOBER 2007

ABSTRAKSI

Pemetaan praktik manajemen risiko dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Responden pemetaan sebanyak 411 eselon I dan 68 eselon II di 62 instansi pemerintah pusat. Tingkat respons responden berdasarkan instansi adalah sebesar 92% sedangkan berdasarkan eselon I/II sebanyak 42%.
Secara umum hasil pemetaan praktik manajemen risiko menunjukkan 101 dari 203 institusi eselon I/II (50%) telah mempertimbangkan risiko dalam lima kegiatan yang lazim ada pada semua instansi (penyusunan perencanaan stratejik, pelaksanaan kegiatan operasional, pelaksanaan suatu proyek, pengambilan keputusan, dan pembuatan kebijakan organisasi), sebanyak 54 dari 203 institusi institusi eselon I/II (27%) sama sekali tidak mempertimbangkan risiko pada aktivitas organisasinya, dan 48 dari 203 institusi institusi eselon I/II (23%) telah mempertimbangkan risiko hanya pada sebagian dari lima kegiatan tersebut. Meskipun sebagian besar instansi pemerintah telah mempertimbangkan risiko, namun masih terdapat beberapa kelemahan dalam implementasinya yaitu dalam hal kurangnya pemahaman instansi terhadap pengertian risiko dan proses mengelola risiko yang baik.
Dari hasil pemetaan menunjukkan bahwa:

  • Hanya 1% (3 unit kerja eselon II dari 203 unit kerja instansi) berada pada kategori A yaitu kelompok instansi yang telah memiliki kepedulian adanya risiko, kebijakan berkaitan manajemen risiko, kerangka kerja bagaimana proses penggalian risiko dan penilaian risiko serta unit kerja telah mengimplementasikan tahapan/proses manajemen risiko).
  • 13% (25 unit kerja eselon I dan 2 unit kerja eselon II dari 203 unit kerja instansi) berada pada kategori B yaitu kelompok instansi dimana unit kerja/instansi telah memiliki kepedulian adanya risiko dan telah melaksanakan proses manajemen risiko akan tidak didukung oleh adanya kebijakan dan kerangka kerja manajemen risiko);
  • 69 % (100 unit kerja eselon I dan 40 unit kerja eselon II dari 203 unit kerja instansi) berada pada kategori C yaitu kelompok instansi yang telah memiliki kepedulian terhadap risiko, akan tetapi tidak didukung oleh adanya kebijakan dan kerangka kerja manajemen risiko, serta proses manajemen risiko yang dilakukan hanya partial saja misalnya hanya melakukan identifikasi risiko dan penanganan saja atau hanya melakukan penanganan risiko saja tanpa melaksanakan proses manajemen risiko);
  • 16% (27 unit kerja eselon I dan 6 unit kerja eselon II dari 203 unit kerja instansi) berada pada kategori D yaitu kelompok instansi yang tidak memiliki kepedulian terhadap risiko, tidak didukung oleh adanya kebijakan dan kerangka kerja manajemen risiko, serta tidak melaksanakan proses manajemen risiko).

 


Share