Pusat Penelitan dan Pengembangan Pengawasan

05.873 - Pola Peningkatan Kualitas Profesi Auditor BPKP

Nomor: LHP-873/LB/2005 Tanggal 29 Desember 2005

Pengembangan Jabatan Fungsional Auditor (JFA) diharapkan memberi kesempatan karir bagi para auditor dalam mengembangkan diri secara profesional. Kenyataan yang dihadapi dalam implementasi JFA di lingkungan BPKP adalah masih adanya gap (jarak) dalam profesionalisme antara yang diharapkan dengan yang dimiliki. Permasalahan gap ini secara periodik tentunya dapat diatasi apabila BPKP mempunyai pola yang terstruktur untuk kegiatan pendidikan, pengembangan profesi, dan penunjang pengawasan yang dilakukan oleh para Pejabat Fungsional Auditor (JFA). Pola peningkatan kualitas profesi yang diidentifikasi dan yang diusulkan terdiri dari pola: PKS, diklat, seminar, pendidikan formal, penulisan karya tulis ilmiah, belajar modul mandiri, mengajar, sertifikasi profesi, magang, serta mutasi dan rotasi. Sebagian besar dari pola tersebut telah diterapkan dan tercantum dalam ketentuan angka kredit JFA namun peraturan bakunya belum ditetapkan secara khusus. Pola baru dari pengembangan ini adalah "belajar modul mandiri", dimana Pusdiklatwas telah mencoba mengembangkan bahannya dalam bentuk compact disc modul belajar mandiri, namun tatacara dan persyaratan pengakuan dalam perolehan angka kredit belum ada pengaturannya. Untuk pola lainnya yang sudah diatur ketentuannya, dalam pengembangan ini telah diidentifikasi kelemahan-kelemahannya sebagai dasar saran perbaikan.

Hasil pengembangan ini didasarkan pada jawaban kuesioner dari 530 orang PFA di lingkungan BPKP Pusat maupun Perwakilan yang diolah menjadi tabel frekuensi dengan menggunakan software SPSS. Wawancara dilakukan dengan stakeholder BPKP Pusat, Perwakilan BPKP I, dan tiga perwakilan BPKP di daerah yang dilakukan bersama penyebaran kuesioner langsung untuk memperoleh masukan mengenai siapa yang berperan dalam masing-masing pola, apa tugas masing-masing, dan langkah apa yang dibutuhkan dalam masing-masing pola tersebut. Disamping itu juga diselenggarakan FGD sebagai validasi pada saat penyusunan laporan pengembangan ini. Berdasarkan jawaban kuesioner, FGD, dan wawancara yang dilakukan, pola-pola yang diusulkan telah dapat diterima sebagai pola peningkatan kualitas profesi. Namun khusus pola "magang", beberapa responden keberatan atas istilah ini, karena berkonotasi praktik kerja yang dilakukan pemula. Sedangkan dari wawancara dan jawaban kuesioner banyak keberatan responden dalam pola "mutasi dan rotasi" karena ketidakjelasan dan kurang transparansi pola yang selama ini diterapkan.

Kata kunci: auditor, kualitas, profesi


Share