Pusat Penelitan dan Pengembangan Pengawasan

05.877 - Faktor yang Memengaruhi PFA Naik Pangkat Kurang dari Empat Tahun

Nomor: LHP-877/LB/2005 Tanggal 29 Desember 2005

Kajian ini berupaya mengidentifikasi faktor apa saja yang memengaruhi PFA naik pangkat kurang dari empat tahun, mengidentifikasi masalah dan dampak dari penggunaan jam kerja efektif 7½ jam per hari dalam pengumpulan angka kredit yang dapat memengaruhi kinerja PFA, dan mengidentifikasi risiko serta dampak bila jam kerja efektif berubah dari 7 ½ jam menjadi enam jam per hari kerja.

Kajian ini hanya dilakukan di lingkungan BPKP dengan melibatkan PFA dan pejabat struktural BPKP pusat dan perwakilan BPKP. Periode kajian mencakup data kenaikan pangkat PFA dari tahun 1998 hingga tahun 2005. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan PFA naik pangkat kurang dari empat tahun, kajian ini menggunakan metode content analysis atas dokumen PAK dan DUPAK, serta data lain yang relevan dengan tujuan kajian. Untuk permasalahan, risiko, dan dampak, digunakan pendekatan Risk Based Decision Making Model yaitu dengan melakukan risk assessment di lingkungan kerja BPKP. Dari sampel 775 kuesioner yang dibagikan, dikembalikan sebanyak 429 kuesioner atau 55 %.

Hasil kajian menunjukkan bahwa dari jumlah 3.907 orang PFA, yang naik pangkat dua hingga empat kali dalam periode tersebut adalah 1.155 PFA dan sampel ditetapkan sebesar 10 % yaitu sebanyak 116 PFA. Berdasarkan hasil sampling data sekunder (PAK dan DUPAK), PFA naik pangkat kurang dari empat tahun disebabkan beberapa faktor yang secara umum mencakup peraturan atau ketentuan yang belum mendukung atau tidak sesuai kenyataan.

Kajian ini telah mengidentifikasi 45 masalah berkaitan dengan ketentuan JFA yang berlaku saat ini (7½ jam perhari). Dari hasil risk assessment diperoleh sebanyak 39 masalah (86%) berada di area tinggi dan sangat tinggi. Hal ini mengandung makna bahwa masalah yang terjadi memiliki risiko untuk terjadi kembali dengan probabilitas yang tinggi dan berdampak besar terhadap kinerja di kemudian hari. Bila kebijakan baru diberlakukan yaitu merubah jam kerja efektif dari 7½ jam kerja menjadi enam jam kerja, telah diidentifikasi 17 risiko baru. Tujuh belas risiko baru tersebut seluruhnya berada di area sangat tinggi dan tinggi, artinya secara umum responden memandang bila jam kerja efektif berubah menjadi enam jam, peluang risiko baru untuk terjadi adalah besar dan berdampak signifikan terhadap kinerja PFA.

Manfaat dari kajian ini adalah diperolehnya informasi bagi pimpinan untuk mengambil kebijakan berkaitan dengan PFA pada masa yang akan datang.

 


Share