Pusat Penelitan dan Pengembangan Pengawasan

Hasil Penelitian dan Pengembangan serta Inovasi

Berikut ini hasil Penelitian dan Pengembangan (Litbang) yang telah dihasilkan oleh Puslitbangwas BPKP.


Hasil Litbang

Bunga Rampai Hasil Penelitian dengan Tematik: Audit Pengadaan Barang dan Jasa, Audit Khusus Investigasi, Evaluasi dan Metode Pengawasan Terkini

Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) diharapkan dapat mengemban amanah dan tanggung jawab untuk mendeteksi berbagai potensi kelemahan maupun penyimpangan sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pencapaian sasaran pembangunan. Pengawalan akuntabilitas keuangan negara/daerah menuntut APIP untuk selalu proaktif dalam melakukan pengawasan current issue yang sedang berkembang.

Sasaran penciptaan dari penerapan tata kelola yang baik adalah berkurangnya secara nyata praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di birokrasi, yang dimulai dari jajaran pejabat paling atas; terciptanya sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintah yang efisien, efektif dan profesional, transparan dan akuntabel; terhapusnya peraturan dan praktik yang bersifat diskriminatif terhadap warga negara; meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik; terjaminnya konsistensi seluruh peraturan pusat dan daerah. Pengawasan internal yang dilakukan oleh APIP berfungsi untuk mengawasi apakah tata kelola sudah baik sehingga tujuan tercapai. Peran tersebut menuntut APIP untuk menyesuaikan pelaksanaan tugas sesuai dengan kondisi perubahan yang terus berkembang. Salah satunya adalah bagaimana APIP juga perlu untuk meng-update pengetahuan terkait pendekatan pengawasan yang terkini.

Merujuk pada hal tersebut, Puslitbangwas BPKP telah melakukan penelitian terkait Audit Pengadaan Barang dan Jasa, Audit Khusus, Metode Audit Terkini, dan Pelaksanaan Evaluasi. Penelitian tersebut mengungkap berbagai hal menarik yang bisa dijadikan sumber pengetahuan bagi APIP sebagai referensi pelaksanaan tugas ke depan. Dari hasil penelitian tersebut disusun bunga rampai yang memberikan gambaran ringkas dari empat tema di atas, termasuk penambahan dan penyesuaian dengan kondisi terkini. Bunga rampai ini juga diharapkan sebagai wujud nyata peran Puslitangwas dalam berbagi konsep dan pemikiran, khususnya dalam menghadapi tantangan dan kebutuhan saat ini serta waktu mendatang, yang harus dihadapi oleh APIP.

Selengkapnya*

Panduan Penulisan Artikel Populer dalam Peningkatan Literasi Pengetahuan

Menulis merupakan sarana untuk meningkatkan kompetensi ASN, tidak sekadar mengasah kemampuan membaca dan menulis namun juga kemampuan untuk memiliki kemampuan yang akan membantu dalam melaksanakan pekerjaan. Pedoman yang selama ini ditulis lebih banyak ditujukan untuk penulisan laporan hasil pengawasan atau laporan penelitian yang bersifat formal dan mengikuti pola baku.

Untuk menulis dalam bentuk artikel populer, diperlukan referensi khusus sehingga dapat:

1. Menumbuhkan motivasi untuk menuliskan pengalaman sebagai pegawai tentang pengembangan diri dan berbagai peluang untuk maju;
2. Menentukan topik menarik untuk disampaikan kepada pembaca;
3. Menurunkan judul menarik dari tema terpilih;
4. Membuat tulisan;
5. Mempertimbangkan aspek bahasa dan melakukan review tulisan agar mendapatkan kualitas maksimal; serta
6. Menutup tulisan yang dapat memberikan pesan yang kuat kepada pembaca.

Panduan ini memuat tujuh langkah praktis penyusunan artikel, yaitu:

1. Mengapa saya menulis?
2. Apa yang menarik buat pembaca?
3. Bagaimana cara membuat judul yang menarik?
4. Langkah dan tip apa untuk anda ketahui dalam membuat tulisan?
5. Hal penting apa yang perlu saya ketahui, pascatulisan?
6. Menutup tulisan, cerita ini sudah selesai.

Panduan ini merupakan sintesis dari beberapa referensi dan diharapkan dapat digunakan dan membuat menulis menjadi mudah, serta dapat menjadi bagian dalam menumbuhkan budaya literasi.

Selengkapnya*

Pedoman Praktis Membangun Indeks Komposit

Indeks komposit adalah indikator gabungan yang disusun dari indikator-indikator tunggal yang dikombinasikan sedemikian rupa menjadi sebuah indeks. Idealnya, indeks komposit mengukur konsep multidimensi, kompleks, dan dapat mencakup banyak aspek yang tidak dapat ditangkap oleh satu indikator/indeks tunggal. Indeks komposit memiliki kelebihan lebih mudah diintepretasikan dan dipahami oleh masyarakat daripada mengidentifikasi tren umum di banyak indeks terpisah. Selain itu jumlah variabel yang digunakan dapat diperkecil tanpa harus kehilangan banyak informasi.

Indeks komposit semakin diakui sebagai alat yang berguna dalam analisis kebijakan dan komunikasi publik karena mampu membandingkan kinerja antar negara. Jumlah indeks komposit yang ada di seluruh dunia terus mengalami peningkatan. Indeks komposit memberikan perbandingan sederhana dari negara-negara yang dapat digunakan untuk menggambarkan masalah yang kompleks dan terkadang sulit dipahami dalam berbagai bidang, misalnya lingkungan, ekonomi, masyarakat, atau perkembangan teknologi. Jadi, indeks komposit semakin diakui sebagai alat perbandingan antar waktu antar wilayah yang disajikan dengan cara yang lebih sederhana/simpel, berguna dalam analisis dan prioritas kebijakan serta komunikasi publik.

Sebagai sebuah metode pengukuran yang menggabungkan beberapa variabel, indeks komposit dipergunakan untuk mengukur akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. Indeks komposit dapat menjadi alternatif dalam mengukur capaian program pembangunan serta pengawasan kegiatan yang bersifat lintas sektoral. Untuk itu pengetahuan terkait membangun indeks menjadi sebuah kebutuhan, khususnya dalam pengembangan pedoman pengawasan yang menggunakan pengukuran indeks komposit.

Kondisi ini memotivasi perlunya panduan praktis penyusunan indeks komposit yang diharapkan dapat membantu tugas pengawasan intern. Panduan ini menjelaskan sepuluh langkah untuk menyusun indeks komposit yaitu:

1. Penyusunan Kerangka Konseptual;
2. Identifikasi Indikator;
3. Restrukturisasi Indikator;
4. Pengolahan Data;
5. Standardisasi Indikator;
6. Pembobotan Indikator;
7. Agregasi Indikator;
8. Uji Kekuatan dan Kepekaan Indikator;
9. Memilih Metode Terbaik;
10. Diseminasi Hasil.

Dengan adanya pedoman praktis ini diharapkan dapat mempermudah penyusunan indeks komposit yang siap digunakan dan bermanfaat dalam pelaksanaan kegiatan pengawasan.

Selengkapnya*

 


Share