Pusat Penelitan dan Pengembangan Pengawasan

16.072 Roadmap Implementasi Knowledge Management System BPKP

BPKP  mempunyai visi sebagai auditor internal Pemerintah RI berkelas dunia untuk meningkatkan  akuntabilitas  pengelolaan  keuangan  dan  pembangunan  nasional. Pengembangan  Knowledge  Management  System  (KMS)  di  BPKP  dilakukan  dalam rangka mencapai visi BPKP tersebut. Pengembangan sistem pengelolaan pengetahuan oleh  beberapa  unit  kerja  di  BPKP  menunjukkan  bahwa  pengelolaan  pengetahuan memang diperlukan. Pengelolaan pengetahuan tersebut perlu dikoordinasikan agar tidak terjadi tumpang tindih atau melampaui tugas pokok masing -masing unit kerja. Untuk itu, perlu  dibangun  sistem  pengelolaan  pengetahuan  yang  terintegrasi  baik  untuk  internal maupun eksternal BPKP.

Hasil penelitian menunjukkan tiga  aspek arah pengembangan KMS di BPKP, yaitu manusia, proses, dan teknologi. Aspek manusia ditujukan untuk membangun kesadaran akan  pentingnya  pengelolaan  pengetahuan,  membangun  kepercayaan  untuk  saling berbagi pengetahuan, membangun  role model  pengelolaan pengetahuan, membangun sistem penghargaan dan pengakuan, serta membangun dan menjaga  communities  of practice  (CoP). Aspek proses mencakup identifikasi, menangkap, memilih, menyimpan, menyebar  luaskan,  menerapkan,  serta  menciptakan  pengetahuan.  Aspek  teknologi meliputi pemindahan  server  dan lokasi penyimpanan aplikasi KMS, uji coba  prototype aplikasi  KMS,  penyesuaian  aplikasi  KMS  berdasarkan  hasil  uji  coba,  penyesuaian database KMS berdasarkan hasil uji coba, launching  aplikasi KMS untuk seluruh pegawai BPKP, penyesuaian aplikasi KMS berdasarkan masukan dari  user, serta penyesuaian database KMS berdasarkan masukan dari user. Hasil penelitian ini memerlukan langkah lanjutan untuk merealisasikan aspek-aspek pengembangan KMS di atas.


Share