Pusat Penelitan dan Pengembangan Pengawasan

16.023 Pembentukan Jabatan Fungsional Peneliti di Puslitbangwas BPKP

Pembentukan Jabatan Fungsional Peneliti di Puslitbangwas BPKP

Kesadaran perlunya kehadiran fungsional peneliti di BPKP tak lepas dari kebutuhan organisasi untuk menguatkan SDM sebagai sumber aset utama. Secara alamiah pembentukan berbagai jabatan fungsional tertentu di BPKP merupakan akibat dari maturitas BPKP sebagai organisasi pembelajar. Penyiapan Jabatan Fungsional Peneliti di Puslitbangwas BPKP perlu dilihat dari aspek transisi pejabat fungsional, seleksi penentuan calon peneliti, figur peneliti dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi Puslitbang, serta metode yang akan diacu peneliti dalam melahirkan berbagai karya. Kajian mengacu pada peraturan terkait fungsional peneliti dari LIPI dan lembaga pemerintah yang serumpun dengan BPKP, yaitu BKF Kementerian Keuangan, serta peraturan serupa di delapan lembaga pemerintah lainnya. Kajian menggunakan teknik wawancara bergulir (snowballing) dan pengisian kuesioner. Kajian menunjukkan bahwa menjadi peneliti tidaklah mudah. Alih fungsional dari fungsional auditor menjadi fungsional peneliti tidak dapat dilakukan secara impassing. Peneliti juga wajib naik pangkat setiap 5 tahun. Maintenance tidak dapat dilakukan kecuali peneliti sudah menempati jabatan Peneliti Madya dengan pangkat IVc. Usaha itu harus dilakukan demi mempertahankan kepakaran peneliti. Negara memberikan tunjangan besar kepada peneliti karena penghargaan atas kepakaran.
Peneliti adalah jabatan yang mendapat tunjangan jabatan relatif lebih tinggi dibandingkan dengan jabatan fungsional lainnya. Kajian ini menunjukkan bahwa banyak keuntungan yang dapat diperoleh organisasi dengan menyelenggarakan fungsional peneliti. Tugas pokok dan fungsi Puslitbangwas lebih memberikan kepuasan kerja bagi organisasi maupun bagi pegawai. Peneliti lebih mudah menduduki pangkat yang lebih tinggi. Karir Peneliti juga lebih terbuka baik untuk posisi stuktural maupun fungsional. Juga adanya optimalisasi potensi diri karena adanya keselarasan pekerjaan dengan kepakaran yang dimiliki. Kajian ini menyarankan agar proses pembentukan fungsional peneliti bukan sesuatu yang istimewa namun dapat dilakukan secara alamiah mengikuti pola mutasi dan promosi yang sudah digariskan oleh Pimpinan BPKP.
 
 
Kata Kunci: Peneliti, Kepakaran, Kepuasan Kerja, Model Interaktif, Analisis
Kuadran, Analisis Peraturan

 


Share