Pusat Penelitan dan Pengembangan Pengawasan

15.134 - Implementasi Knowledge Management di Puslitbangwas BPKP Melalui aplikasi berbasis Web

Penerapan manajemen pengetahuan (knowledge management) di Puslitbangwas BPKP dimaksudkan untuk mengidentifikasi, mengambil, menyimpan, memelihara dan membagikan pengetahuan, dengan harapan memberikan manfaat bagi orang lain yang membutuhkannya. Intidarimanajemen pengetahuan adalah: mengambil dan/atau menciptakan pengetahuan, menyimpannya, dan membagikan lagi kepada orang lain dengan cara yang sistematis dan efisien.

Infrastruktur Puslitbangwas BPKP yang mendukung pengimplementasian manajemen pengetahuan antara lain jaringan LAN/WAN dengan bandwidth yang memadai, adanya remote access, intranet, internet, platform komputer yang seragam, dan telah digunakannya groupware berupa Lotus Notes.

Hasilpenyelarasan manajemen pengetahuan dengan strategi bisnis/organisasi yaitu bahwa pegawai Puslitbangwas harus memiliki kompetensi yang selaras dengan tujuan strategis. Kompetensi tersebut adalah kompetensi untuk melakukan penelitian dan pengembangan. Untuk itu perlu pengelolaan pengetahuan dalam hal penelitian dan pengembangan. Pendekatan pengembangan manajemen pengetahuan lebih bersifat personalisasi (pengetahuan disampaikan secara personal dari individu yang memahami pengetahuan ke individu pembelajar).

Fokus pengembangan manajemen pengetahuan sesuai dengan The 10-Step Knowledge Management Roadmap dari Tiwana yang diuraikan pada penelitian ini adalah pada fase kedua yaitu analisis, desain dan pengembangan sistem manajemen pengetahuan, serta fase ketiga yaitu deployment dengan harapan agar dapat menjadi landasan bagi pengembang aplikasi untuk membangun aplikasi manajemen pengetahuan yang lebih user-friendly berbasis web sehingga dapat bermanfaat dalam proses penelitian/pengembangan yang dilakukan oleh peneliti Puslitbangwas BPKP.

Tahapan yang telah dilaksanakan meliputi: studi literatur, benchmarking, penyusunan desain system, pembuatan prototype aplikasi berbasis web, audit atas kekayaan pengetahuan, dan desain tim manajemen pengetahuan yang terlibat. Keseluruhan tahapan tersebut merupakan lanjutan dari beberapa penelitian/pengembangan yang telah dilakukan oleh Puslitbangwas sebelumnya, yaitu:

  1. Mengelola Risiko Berbasis Knowledge Management dan Upaya Implementasinya di BPKP, Nomor LHT-121/LB/2008, tanggal 22 Februari 2008;
  2. Knowledge Managementdalam Budaya Kerja di BPKP, Nomor LHT-1080/LB/2011, tanggal 5 Desember 2011;
  3. Desain Pengembangan dan Implementasi Manajemen Pengetahuan di BPKP, Nomor LHT– 690/ LB/2012, tanggal 30 Juni 2012;
  4. Pengembangan Knowledge Management di Puslitbangwas BPKP, Nomor LP-78/LB/2015, tanggal 5 Mei 2015.

Perancangan sistem selanjutnya akan disempurnakan untuk mengadopsi hal-hal yang masih belum diteliti dan dikembangkan dalam desain sistem manajemen pengetahuan ini, yaitu:

  1. Uji coba prototype aplikasi berbasis web berdasarkan hasil analisa dan desain sistem.
  2. Pembentukan/penetapan satuan tugas implementasi knowledge management system.
  3. Penyusunan prosedur operasi standar (SOP) pengelolaan knowledge management sebagai landasan pelaksanaan pengelolaan manajemen pengetahuan di Puslitbangwas BPKP;
  4. Penyusunan buku manual petunjuk pemakaian aplikasi knowledge management system sebagai guidance bagi pemakai sistem
  5. Workshopbagi para pemakai (user) di lingkungan Puslitbangwas BPKP.

Share