Pusat Penelitan dan Pengembangan Pengawasan

15.120 Efektivitas Implementasi e-learning Bagi Peningkatan Kompetensi Auditor APIP

Perkembangan teknologi informasi memungkinkan proses belajar mengajar dilakukan pada area geografis yang berbeda. E-learning memanfaatkan teknologi internet untuk mendistribusikan materi pembelajaran sehingga dapat diakses dari mana saja. Efektivitas implementasi e-learning adalah bagaimana memanfaatkan kelebihan-kelebihan dan mengurangi atau menghindari kelemahan-kelemahan yang melekat.

Dengan e-learning, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan (Pusdiklatwas) Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) diharapkan dapat melayani peningkatan kebutuhan pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan tetap mempertahankan mutu diklat. Penelitian ini untuk mengetahui apakah penyelenggaraan e-learning Pusdiklatwas BPKP sudah memenuhi standar dan apakah penyelenggaraan e-learning Pusdiklatwas BPKP sudah memenuhi ekspektasi peserta.

Penelitian efektivitas implementasi e-learning ini menggunakan data kuantitatif dan data kualitatif yang bersumber dari sumber primer, langsung dari pemilik data. Sedangkan metode pengumpulan data adalah melalui dokumentasi, observasi kemampuan peserta yang mengikuti e-learning dan proses penyelenggaraan e-learning di Pusdiklatwas, Focus Group Discussion(FGD) dengan Pusdiklatwas, wawancara dengan atasan dari peserta e-learningdan pejabat Pusdiklatwas, serta pengumpulan kuesioner dari para peserta e-learning. Responden penelitian adalah seluruh peserta diklat e-learning dan penyelenggara diklat e-learning Pusdiklatwas BPKP.

Hasil penelitian memperlihatkan pemenuhan terhadap standar dilihat dari delapan dimensi Khan, yaitu kelembagaan, manajemen, teknologi, pedagogis, etika, desain antarmuka, dukungan sumber daya, dan evaluasi. Pemenuhan standar dimensi Khan pada Pusdiklatwas BPKP telah mencapai 77,80%. Sementara itu, pemenuhan ekspektasi peserta diklat dilihat dari enam hal, yaitu manfaat diklat, metode pembelajaran, kesulitan teknis, materi pembelajaran, aktivitas pembelajaran, dan penilaian diklat. Rata-rata pemenuhan ekspektasi peserta mencapai 77,81%. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi e-learning pada Pusdiklatwas telah efektif.

Dari hasil penelitian ini, diharapkan Pusdiklatwas BPKP dapat meningkatkan penyelenggaraan e-learning dengan menyediakan waktu diskusi online sesi kedua, memperbesar bandwidth, memperbanyak waktu diskusi, menambah materi multimedia, dan meningkatkan penyelenggarakan e-learning sehingga mencakup seluruh mata ajar, serta menyelenggarakan e-learning dengan metode pembelajaran campuran antara tatap muka dan online (blended learning).


Share