Pusat Penelitan dan Pengembangan Pengawasan

15.104 Bahan Penyusunan Pedoman Audit Kinerja

Hasil penilaian atas kapabilitas pengawasan intern APIP menggunakan Internal Audit Capability Model (IA-CM) yang dikemukakan dalam konferensi Asosiasi Auditor Intern Pemerintah RI (AAIPI) tahun 2014, menunjukkan bahwa mayoritas APIP dipusat dan daerah (93,96%) berada pada level 1 (initial) yaitu mampu melakukan audit ketaatan, namun peran masih belum terstruktur. Untuk meningkatkan level IA-CM menjadi level 3 (integrated), yaitu APIP yang mampu melakukan audit kinerja, maka peningkatan kapasitas dan kapabilitas APIP secara keseluruhan terkait audit kinerja sangat dibutuhkan. Pengertian audit kinerja menurut Standar Audit Intern Instansi Pemerintah (SAIPI), adalah audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi instansi pemerintah yang terdiri atas audit aspek ekonomi, efisiensi, dan audit aspek efektivitas, serta ketaatan pada peraturan.

Adapun tujuan utama audit kinerja adalah untuk menilai aspek ekonomis, efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas pemerintahan. Aspek ekonomis adalah aspek kinerja yang berkaitan dengan sumber daya (input), baik dari sisi pengadaannya maupun pemanfaatannya. Aspek efisiensi adalah aspek kinerja yang berkaitan dengan hasil yang diperoleh (output). Aspek efisiensi berkaitan dengan aspek ekonomis karena untuk menilai kinerja aspek efisiensi tidak cukup jika melihat output-nya saja, tetapi harus dikaitkan dengan sumber daya (input) yang digunakan untuk menghasilkan output tersebut. Efektifitas adalah aspek kinerja yang berkaitan dengan tingkat pemanfaatan output dalam mencapai tujuan/sasaran yang ditetapkan. Instansi pemerintah dinilai efektif apabila output yang dihasilkannya dapat memenuhi tujuan/sasaran yang ditetapkan. Dengan kata lain, menilai aspek efektifitas pada audit kinerja berarti menilai outcome dari output dalam pencapaian tujuan/sasaran yang ditetapkan.

Untuk dapat melaksanakan audit kinerja, APIP perlu memahami proses atau tahapan audit kinerja yaitu:

  1. Perencanaan strategis audit kinerja
  2. Perencanaan audit kinerja individual
  3. Pelaksanaan audit kinerja (field work)
  4. Pelaporan audit kinerja
  5. Pemantauan tindak lanjut rekomendasi audit kinerja.

SAIPI mengharuskan pimpinan APIP untuk menyusun rencana strategis dan rencana kegiatan audit intern tahunan dengan prioritas pada kegiatan yang mempunyai risiko terbesar dan selaras dengan tujuan APIP. Pimpinan APIP wajib menyusun rencana strategis lima tahunan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Perencanaan strategis untuk audit kinerja berguna dalam memberikan masukan untuk pemilihan tema audit dan prioritas tema audit dan menjadi bahan penyusunan rencana strategis audit secara keseluruhan, dan perencanaan audit tahunan.

Perencanaan audit kinerja individual merupakan penjabaran tema audit yang sudah dipilih dan ditetapkan dalam perencanaan audit tahunan. Perencanaan audit kinerja individual ditujukan untuk menetapkan tujuan dan ruang lingkup audit, metodologi audit, estimasi sumber daya, biaya dan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan audit. Rencana audit harus dapat memberikan keyakinan bahwa audit memiliki kualitas yang baik dan dilaksanakan dengan cara yang efektif, efisien dan tepat waktu. Rencana audit kinerja setiap tema perlu disusun secara matang untuk menunjang kesuksesan audit kinerja. Pemahaman umum terhadap entitas auditi, pengujian atas sistem pengendalian intern dan penilaian risiko dalam perencanaan audit rinci dimaksudkan untuk menilai efektifitas pengendalian intern untuk dapat membantu mengidentifikasi potensi kegiatan yang kinerjanya tidak mencapai target. Penilaian risiko dimaksudkan untuk mengungkapkan area kelemahan potensial auditi.

Pelaksanaan audit kinerja adalah operasionalisasi langkah-langkah kerja audit mengacu kepada rancangan atau disain audit yang telah disusun sebelumnya. Tujuan utama pelaksanaan audit adalah untuk mendapatkan bukti yang kompeten, relevan dan wajar untuk mendukung temuan dan simpulan audit terkait aspek ekonomis, efisiensi, dan efektivitas. Lebih lanjut pelaporan audit kinerja berfungsi untuk mengomunikasikan hasil dan rekomendasi audit kepada auditi dan pihak lain yang berwenang, menjadi bahan untuk melakukan tindakan perbaikan kegiatan auditi dan instansi terkait. Pada dasarnya setiap rekomendasi audit harus ditindaklanjuti. Pimpinan atau manajemen pihak auditi bertanggungjawab untuk menindaklanjuti rekomendasi audit. Manfaat audit kinerja tidak hanya terletak pada banyaknya fakta yang dilaporkan, namun juga terletak pada efektifitas tindak lanjut rekomendasi tersebut. Rekomendasi yang tidak ditindaklanjuti dapat merupakan indikasi lemahnya pengendalian auditi dalam mengelola sumber daya yang ada.


Share