Pusat Penelitan dan Pengembangan Pengawasan

14.063 - Faktor Yang Mendukung Penerapan SPIP pada Instansi Pemerintah

 

Dalam rangka memenuhi amanat PP No. 60 tahun 2008 tentang SPIP, yaitu melakukan pembinaan atas penyelenggaraan SPIP pada instansi pemerintah, BPKP telah banyak menerbitkan pedoman baik untuk penyelenggaraan maupun untuk mengevaluasi keberhasilan SPIP. Selain output atas pelaksanaan fungsi pembinaan yang diemban BPKP tersebut, maka dirasakan juga perlu adanya gambaran tentang faktor-faktor apa saja yang mendukung penerapan SPIP mengingat dalam kurun waktu sejak diterbitkannya PP No. 60 tahun 2008 sampai dengan sekarang faktor-faktor tersebut masih belum teridentifikasi.

Kajian ini bertujuan untuk mengindentifikasi faktor – faktor yang mendukung penerapan SPIP dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Identifikasi faktor yang mendukung penerapan SPIP diperoleh berdasarkan persepsi dari para pimpinan dan pegawai pada beberapa pemerintah daerah. Jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 374 orang masing-masing terdiri dari tujuh orang pimpinan dan 10 orang pegawai pada 22 pemerintah daerah dengan jumlah keseluruhan sebanyak 154 pimpinan dan 220 pegawai. Dari 374 kuesioner yang ditetapkan, hanya 115 kuesioner yang kembali. Dengan demikian, tingkat pengembalian seluruh kuesioner hanya sebesar 31%.

Kajian ini telah berhasil mengidentifikasi beberapa faktor yang mendukung penerapan SPIP yaitu,

  1. Dukungan pimpinan organisasi.

  2. Pola kerja Satgas Penyelenggaraan SPIP.

  3. Pendidikan dan pelatihan SPIP bagi pimpinan.

  4. Penataan ulang proses bisnis.

  5. Pemahaman yang sama terhadap tujuan penyelenggaraan SPIP yang akan dicapai.

  6. Kerjasama yang baik dan berkelanjutan di dalam organisasi

  7. Pemenuhan peraturan penyelenggaraan SPIP sesuai dengan tata urutan Perundang-undangan.

Menurut persepsi dari pimpinan dan pegawai, ternyata faktor yang sangat dominan mendukung penerapan SPIP pada pemerintah daerah ialah faktor dukungan pimpinan organisasi. Hal ini berarti, penerapan SPIP akan tercapai jika ada dukungan yang kuat dari pimpinan puncak pada suatu organisasi. Tanpa adanya dukungan yang kuat dari para pimpinan, maka penerapan SPIP tidak akan tercapai. Sementara itu faktor yang kurang dominan dalam mendukung penerapan SPIP berdasarkan persepsi responden baik pimpinan maupun pegawai adalah faktor penataan ulang proses bisnis. Hal ini berarti sebuah penataan ulang proses bisnis belum dijadikan prioritas untuk dilaksanakan.

 


Share