Pusat Penelitan dan Pengembangan Pengawasan

13.089 - Rencana dan Realisasi Tugas Pengawasan BPKP dan Kesesuaian dengan Keempat Perspektif BPKP

      Adanya harapan untuk menjadi auditor presiden yang andal, BPKP senantiasa berupaya meningkatkan kinerjanya. Dengan mengetahui aset organisasi, berupa potensi dan kemampuan yang dimiliki, diharapkan upaya mewujudkan harapan tersebut akan menjadi lebih mudah dan terarah. Dalam hal ini langkah yang ditempuh adalah dengan mengidentifikasi potensi dan kemampuan tersebut melalui suatu kajian untuk memperoleh fakta dan persepsi dari seluruh unit kerja eselon II BPKP mengenai:

  1. kesesuaian realisasi pelaksanaan tugas-tugas pengawasan (assurance dan consulting) dengan rencana penugasannya;
  2. komposisi dan kesesuaian pelaksanaan tugas-tugas pengawasan (assurance dan consulting) tahun 2012 untuk pemenuhan keempat perspektif pengawasan akuntabiltas BPKP;
  3. peluang dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas-tugas pengawasan dan dampaknya terhadap kualitas hasil pelaksanaan tugas-tugas pengawasan;
  4. jumlah dan cakupan penugasan pengawasan yang ideal yang selaras dengan visi dan misi BPKP dengan memperhatikan sumber daya yang dimiliki; dan
  5. produk unggulan dari seluruh unit kerja eselon II BPKP.

Hasil kajian menunjukkan hal-hal berikut:

  1. Capaian penugasan pengawasan (PP) tahun 2012 sebesar 164,93%, tahun 2011 sebesar 167,08%, dan tahun 2010 sebesar 166,97% menyiratkan perencanaan yang kurang realistis dan pelaksanaan tugas yang di luar kendali perencanaan sehingga berpotensi menimbulkan hasil pengawasan yang kualitasnya lebih rendah dari seharusnya (idealnya);
  2. Pengelompokkan ke dalam empat perspektif dilakukan secara manual setelah kegiatan pengawasan direalisasikan berdasarkan indikator outcome, yakni berdasarkan rekomendasi yang disampaikan atau tindak lanjut yang akan dilaksanakan. Pengelompokkan dilakukan pada periode tertentu dalam rangka menyusun laporan berkala (triwulanan, setengah tahunan, dan tahunan) hasil pengawasan. Hal ini menunjukkan bahwa sistem perencanaan yang selama ini dilaksanakan (tahun 2011 dan 2012) belum sepenuhnya mengacu atau mendasarkan kepada empat perspektif. Di samping itu, sampai dengan saat penelitian ini dilakukan belum ada kebijakan pengawasan yang mengatur komposisi empat perspektif, sehingga sangat tergantung pada persepsi penyusun laporan berkala masing-masing. Kondisi ini menyulitkan unit kerja teknis karena harus mengelompokkan hasil pengawasan setelah kegiatan direalisasikan; Hasil uji petik terhadap kesesuaian tugas pengawasan tahun 2012 dengan keempat perspektif menunjukkan bahwa banyak penugasan pengawasan tidak relevan/tidak sesuai dengan karakteristik keempat perspektif akuntabilitas 4.0. Misalnya sebagian besar penugasan pengawasan yang dikelompokkan ke dalam akuntabilitas kebendaharaan umum negara dan pengelolaan aset adalah kegiatan pengawasan yang tidak ada kaitannya dengan peningkatan akuntabilitas kebendaharaan umum negara;
  3. Terdapat peluang BPKP sedikitnya sebanyak 13.021 PP yang terdiri dari pembinaan penyelenggaraan SPIP, pengawasan intern akuntabilitas keuangan negara, dan pengawasan lanjutan atas pengawasan intern. Selain itu juga terbuka peluang pengawasan untuk program “kerjasama pemerintah swasta (KPS)” yang pada beberapa kejadian diindikasikan telah merugikan pemerintah/negara dan masyarakat. Peluang yang lain adalah melaksanakan tugas pengawasan dan pembinaan terhadap BUMN/D, BUL/D atas permintaan instansi terkait yang jumlah peluang penugasannya relatif sulit diperkirakan;
  4. Kendala internal dalam melaksanakan tugas pengawasan adalah jumlah SDM, kompetensi SDM, dan tugas pengawasan yang menumpuk di bulan tertentu. Sedangkan kendala eksternal yang cukup dominan adalah terbitnya beberapa peraturan perundangan yang berpotensi menjadi hambatan bagi BPKP;
  5. Rencana PP tahun 2012 sebanyak 14.635 PP cukup realistisdibandingkan persepsi responden yang menyatakan bahwa jumlah penugasan yang wajar sebanyak 13.977 PP, tetapi tidak realistis bila dibandingkan SBK sebanyak 7.120 PP dan Perka 971/2005 sebanyak 6.949 PP. Namun, dibandingkan dengan realisasi PP tahun 2012 sebanyak 24.138 PP, menunjukkan realisasi tersebut sangat tidak realistis bila mengacu pada ketersediaan dana dan SDM yang berpotensi menurunnya kualitas hasil pengawasan;
  6. Komposisi tenaga pengawasan (dalnis, ketua tim, dan anggota tim) sesuai Perka BPKP 971/2005 masih lebih mengutamakan penugasan assurancesehingga sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi pengawasan saat ini yang lebih mengutamakan kegiatan consulting;

     Untuk meningkatkan kualitas hasil pengawasan dalam meningkatkan pencapaian Visi dan Misi BPKP secara keseluruhan, disarankan agar Pimpinan BPKP segera menetapkan kebijakan pengawasan dalam memanfaatkan peluang yang sangat banyak dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber daya (terutama ketersediaan dana yang dianggarkan dan tersedianya jumlah serta kompetensi SDM) pada masing-masing unit kerja.

     Selanjutnya terhadap permasalahan sebagaimana diuraikan di atas disarankan kepada Kepala BPKP untuk menginstruksikan kepada jajaran pimpinan BPKP di bawahnya hal-hal sebagai berikut: Di tingkat Pusat (Deputi dan Direktur) untuk segera:

  1. Menyusun revisi Perka BPKP mengenai komposisi dalnis, ketua tim dan anggota tim yang menetapkan komposisi yang wajar tim       pengawasan (assurance dan consulting) dengan pertimbangan bahwa penugasan peran assuranceconsultinglebih diprioritaskan daripada peran
  2. Menetapkan target kegiatan pengawasan BPKP pada suatu tahun tertentu berdasarkan Perka BPKP (revisi) tersebut dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia yang mengacu pada SBK;
  3. Melakukan revisi Perka 1511 Tahun 2011 tentang Standar Format dan Prosedur Penyusunan Laporan Hasil Pengawasan BPKP kepada Menteri/Pimpinan Lembaga/Kepala Daerah dan Menteri khususnya pasal 6 ayat 3 tentang penyajian informasi laporan hasil pengawasan berkala mengacu kepada empat perspektif kerangka kerja akuntabilitas, serta menyusun petunjuk teknis untuk memudahkan penggolongan penugasan pengawasan ke dalam empat perspektif tersebut.

 


Share