Pusat Penelitan dan Pengembangan Pengawasan

13.079 - Identifikasi Kebutuhan Materi Diklat Sesuai Kompetensi Jabatan Fungsional Auditor (JFA)

       Sejak  diberlakukannya  Peraturan  Pemerintah  Nomor  60  Tahun  2008  tentang Sistem  Pengendalian  Intern  Pemerintah,  telah  banyak  terjadi  pergeseran  tuntuan peran  pengawasan  auditor  internal,  yaitu  tidak  hanya  sebagai  assurance  tetapi juga  berperan  sebagai  consulting.  Aparat  Pengawasan  Intern  Pemerintah  (APIP) diharapkan mampu memberikan masukan yang berkualitas dan mampu memberikan pandangan  yang  objektif  sehingga  organisasi  yang  diembannya dapat  mencapai tujuan  secara  efektif  dan  efisien  serta  mewujudkan  kualitas kepemerintahan  yang  baik. Agar    dapat    menjalankan    fungsi    dan    perannya dengan  baik,  Pejabat  Fungsional Auditor  APIP  harus  memiliki  kompetensi  yang sesuai  dengan  tuntutan  kebutuhan pengawasan  internal  auditor  terkini.  Menurut Institute  of  Internal  Auditors 2010  kompetensi auditor  internal  dikelompokkan dalam  tiga  area  utama  yaitu  kompetensi  umum, perilaku, dan    kemampuan teknis  serta  dua  area  tambahan  yaitu  pengetahuan,  dan  perangkat dan  teknik audit.

     Kualitas  suatu  profesi  adalah  pemenuhan  persyaratan  standar  yang  diwajibkan organisasi  profesi  bagi  para  anggotanya.  Berlandaskan  standar  profesi  yang harus  dipenuhi,  profesi  auditor  internal  pemerintah  di  Indonesia  diatur  dengan standar  yang  mengacu  kepada  standar  Jabatan  Fungsional  Auditor  (JFA).  Salah satu  bentuk  pendidikan  yang  harus  dijalani  dalam  rangka  memenuhi  standar kualitas  profesi  auditor  internal  pemerintah  adalah  pendidikan  dan  pelatihan (diklat)  sertifikasi  JFA.  Disinyalir  materi  diklat    sertifikasi    JFA    yang    ada cenderung kepada peran auditor internal sebagai assurance dan kurang memperhatikan  peran sebagai  consulting. Sehubungan  dengan  hal  tersebut  tim Puslitbangwas  melakukan penelitian    tentang    identifikasi    kebutuhan    materi diklat sesuai kompetensi JFA.

    Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan mengenai kemanfaatan materi  diklat  sertifikasi  JFA  bagi  auditor  internal  dalam  menunjang pelaksanaan tugas  pengawasannya.  Disamping  itu,    dari    penelitian    ini diharapkan  juga  diperoleh jenis  kompetensi  yang  sesuai  dengan  kebutuhan auditor  internal  terkini  dan  di  masa  datang. Penelitian  ini  menggunakan pendekatan  deskriptif  kuantitatif  dengan  cara  mendapatkan jenis  kompetensi auditor  internal  terkini  berdasarkan  teori,  literatur,  dan  ketentuan  yang  berlaku, dan  kemudian  memintakan  pendapat  auditor  APIP  tentang  kompetensi  yang dibutuhkan  untuk  menunjang  peran  pengawasannya.  Hasil  penelitian  ini  adalah simpulan  mengenai  jenis  materi  diklat  sertifikasi  JFA  yang    paling    bermanfaat yang selama ini diberikan BPKP selaku pembina JFA dan diketahuinya jenis-jenis kompetensi auditor internal terkini yang dibutuhkan JFA APIP.

    Dari  hasil  penelitian  terungkap  bahwa  materi  diklat  sertifikasi  bermanfaat  bagi auditor  APIP  dalam  pelaksanaan  kegiatan  pengawasan.  Menurut  responden penelitian  BPKP  dan  Inspektorat,  terdapat  sembilan  materi  diklat  sertifikasi  yang paling  bermanfaat  yaitu;  Dasar-Dasar  Auditing,  Auditing,  Sistem  Pengendalian Manajemen,  Penulisan  Laporan  Hasil  Audit,  Fraud  Auditing,  Supervisi    Audit, Etika  dan  Fraud  dalam  Audit,  Manajemen  Pengawasan  Stratejik,  dan  Kebijakan Pengawasan.  Hal  tersebut  menunjukkan  bahwa  materi    diklat  terkait  kegiatan assurance masih  dibutuhkan  auditor  APIP.  Hal  tersebut  diperkuat  dengan  masih banyaknya  pengawasan  untuk  kegiatan  assurance yang  dilakukan  selama  dua tahun  terakhir,  dan  pendapat  responden  bahwa  kegiatan assurance  dan consulting di  masa  lima  tahun  yang  akan  datang  tetap  akan  bertambah.  Terdapat  tiga  area kompetensi  utama  dan dua  area  kompetensi  tambahan  yang  dibutuhkan  internal auditor  dalam  pelaksanaan  tugasnya.  Jenis  kompetensi  yang  paling  dibutuhkan auditor APIP untuk kelima area adalah:

  1. Kompetensi  Umum
  • Kemampuan mengidentifikasi permasalahan dan memberi   solusi
  • Kemampuan berkomunikasi
  • Kemampuan bernegosiasi dan pemecahan konflik
  • Kemampuan mempromosikan  pentingnya pengawasan intern
  • Pengetahuan tentang perubahan aktifitas, peraturan, dan standar kegiatan klien/auditee
  1. Perilaku
  • Bersikap  objektif
  • Mampu bekerjasama dalan satu tim
  • Sinergi   kelompok
  • Bersikap  komunikatif
  • Mau mengikuti perubahan
  • Kemampuan menjaga  rahasia
  • Kemampuan  untuk  memimpin
  1. Kemampuan  Teknis
  • Kemampuan  mengidentifikasi  jenis-jenis  pengendalian
  • Pengetahuan mengenai forensik atau kewaspadaan terhadap kecurangan
  • Pemahaman analisis risiko dan teknik-teknik penilaian pengendalian
  • Pengetahuan  mengenai  perangkat  dan  teknik-teknik  tata  kelola,  risiko, dan  pengendalian
  • Kemampuan memahami kegiatan klien
  • Kemampuan mengenai perangkat dan teknik pengumpulan serta   analisis data
  1. Pengetahuan
  • Standar audit internal
  • Auditing
  • Fraud
  • Standar profesi
  • Manajemen  risiko
  • Akuntansi  keuangan
  1. Perangkat dan Teknik Audit
  • Penilaian sendiri atas pengendalian
  • Reviu penilaian mutu
  • Kertas kerja elektronik
  • Audit dengan komputer
  • Komunikasi  elektronik
  • Perencanaan audit berbasis risiko
  • Penggalian data
  • Reviu analitis

     Sehubungan  dengan  itu  kami  menyarankan  kepada  Pusbin  JFA  dan  Pusdiklatwas BPKP untuk  tetap  mempertahankan  kesembilan  materi  diklat  sertifikasi  JFA  yang  masih dibutuhkan  APIP.  Disamping  itu  juga  mengakomodasi  jenis-jenis  kompetensi yang  paling dibutuhkan  tersebut  untuk  menjadi  bahan  penyempurnaan  materi kurikulum diklat baik, diklat sertifikasi JFA maupun diklat teknis substantif auditor.


Share