Pusat Penelitan dan Pengembangan Pengawasan

13.074 - Rangkuman Literatur: Kajian Materi Kurikulum Diklat Sertifikasi JFA

     Internal  auditing  mengalami  perkembangan  seiring  dengan  perubahan kebutuhan. Sampai dengan tahun 1930-an, auditing internal dianggap bukan merupakan  proses  penting  bagi  banyak  perusahaan  dan  auditor  eksternal. Penetapan  US  Security  Exchange  Commission  (SEC)  pada  tahun  1934 merupakan  awal  pengakuan  pentingnya  proses  auditing  internal  dan merubah  teknik  dan  tujuan  audit  eksternal  pada  saat  itu.  Depresi  ekonomi (major  economic  depression)  mendorong  SEC  mengharuskan  perusahaan terdaftar  membuat  laporan  keuangan  yang  diperiksa  oleh  ekternal  auditor. Ketentuan ini mendorong korporasi membentuk departemen auditing internal dengan  tujuan  untuk  membantu  ekternal  auditor.  Pada  tahap  awal  ini, pekerjaan  internal  auditor  cenderung  bersifat  klerikal  seperti  melakukan rekonsiliasi akuntansi.

     Bisnis  modern  yang  kompleks  menciptakan  kebutuhan  internal  auditor sebagai  spesialis  dalam  pengendalian  bisnisnya.  Volume  dan  kompleksitas kegiatan  berbagai  perusahaan  yang  semakin  meningkat  menciptakan permasalahan  manajerial  dan  tekanan  baru  bagi  manajemen  senior.  Untuk mengatasi tekanan tersebut, beberapa manajer senior mengenali pentingnya mengoptimalkan peran auditor internal. Pada saat yang sama, auditor internal melihat peluang yang sama dan menawarkan berbagai jenis pelayanan (jasa) baru.  Secara  bertahap,  auditor  internal  semakin  memperluas  areanya  dan lebih berorientasi kepada membantu tanggung jawab manajemen. 

     Pada mulanya, internal auditing cenderung berada dalam area pengendalian akuntansi  dan  keuangan.  Selanjutnya,  pekerjaan  penilaian  audit  internal mulai diperluas meliputi area non finansial dalam perusahaan. Inisiatif  bisnis  baru  di  Amerika  Serikat,  seperti  kerangka  pengendalian Committee  of  Sponsoring  Organization  (COSO)  atau  Sarbanes-Oxley  Act (SOx)  mendorong  peningkatan  berkelanjutan  atas  kebutuhan  jasa  auditor internal. Selain itu, perubahan lingkungan yang baru menciptakan kebutuhan seperti perlindungan terhadap hazard industrial, dukungan program pengendalian kualitas, dan level tanggung jawab bisnis yang berbeda, sepeti standar  etika. Sekarang  ini,  auditing  internal  terlibat  dalam  spectrum  yang luas atas berbagai aktivitas operasional pada berbagai tingkat cakupan.


Share