Pusat Penelitan dan Pengembangan Pengawasan

13.050 - Rangkuman Teori dan Konsep Behavioral yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Eksekutif

Peran  pengambilan  keputusan  dalam  organisasi  banyak  dilakukan  oleh  para manajer.  Untuk  mengambil  keputusan,  manajer  memiliki  gaya  pengambilan keputusan  yang  berbeda-beda.  Secara  teori,  terdapat  empat  gaya  pengambilan keputusan (Pearson Education Canada Inc) sebagai berikut:

  1. Directive, cepat, efisien dan logis
  2. Analytic, hati-hati, mampu beradaptasi dan mengatasi situasi baru
  3. Conseptual, mampu menemukan solusi kreatif
  4. Behavioural, mencari keputusan yang dapat diterima

Pengambilan  keputusan  merupakan  suatu  proses  mempertimbangkan  berbagai kemungkinan  pilihan,  membandingkannya  dan  memilih  tindakan.  Pengambilan keputusan, menurut  Henry Mintzberg, merupakan kategori peran ketiga (decision) yang dilaksanakan oleh manajer selain peran informational dan interpersonal. Peran pengambilan keputusan meliputi peran sebagai wirausahawan (entrepreneur), peran penengah  keributan  (disturbance  handler)  dan  peran  pengalokasi  sumber  daya (resources  allocator)  dan  perunding  (negotiator).  Peran  wirausahawan  merupakan peran  inisitor  perubahan  dan  perbaikan  serta  pemberi  ide  baru.  Peran  penengah keributan  menangani  masalah  dan  perselisihan serta  mengambil  tindakan perbaikan. Peran  alokasi  sumber  daya  memutuskan  dimana  sumber  daya ditempatkan. Peran  manajer  sebagai  perunding  adalah  melakukan  perundingan dengan kelompok, atau organisasi lain sebagai perwakilan dari perusahaan. 

Pekerjaan  utama  seorang  manajer  adalah  bagaimana  manajer  mampu  mengambil keputusan yang rasional/sehat. Pengambilan keputusan merupakan  bagian utama aktivitas  manajemen  dan  disadari  atau  tidak  disadari  manajer  membuat  banyak sekali  keputusan  dalam  aktivitasnya.  Keputusan  merupakan  satu  tindakan  yang diambil  secara  sadar  diantara  berbagai  alternative  tindakan  untuk  mencapai  hasil yang diharapkan sebagaimana dinyatakan oleh  Sixto Rios, a decision may be defined as "a course of action which is consciously chosen from among a set of alternatives to achieve a desired result." It represents a well-balanced judgment and a commitment to action.

Dengan  demikian  dapat  dikatakan  bahwa  fungsi  penting  pertama  manajemen  adalah mengambil keputusan atas masalah dan situasi yang dihadapi. Pengambilan keputusan meliputi seluruh tindakan manajerial sebagai suatu proses yang berkelanjutan. Pembuatan keputusan merupakan komponen yang sangat diperlukan dalam proses manajemen itu sendiri.

Konsep behavior yang mempengaruhi pengambilan keputusan dapat menimbulkan berbagai macam bias. Bias pengambilan keputusan ini dapat berdampak besar bagi organisasi  baik  secara  finansial  maupun  non  finansial.  Dengan  demikian, pemahaman  yang  lebih  mendalam  mengenai  risiko  ini  perlu  dilakukan  oleh  para pengambil keputusan.

 


Share