Pusat Penelitan dan Pengembangan Pengawasan

12.0804 - Perbandingan Konsep Competency Based HRM dan Talent Based HRM

Pandangan bahwa sumber daya manusia (SDM) hanya dipandang sebagai cost bagi organisasi privat maupun pemerintah sudah mulai ditinggalkan. Akhir-akhir ini, SDM merupakan salah satu faktor terpenting dalam menentukan masa depan organisasi. Hal ini ditandai dengan berkembangnya ilmu manajemen SDM yang dulunya dikenal dengan nama personnel management, menjadi manajemen SDM, dan sekarang dikenal konsep human capital management.

Manajemen SDM sebagai salah satu cabang ilmu manajemen membahas dan mengatur hubungan dan peranan sumber daya yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif sehingga dapat digunakan secara maksimal sehingga tujuan bersama antara organisasi, individu, dan sosial. Konsep manajemen SDM yang kemudian dikenal dengan sebutan human capital management terlihat pada jenis manajemen SDM, seperti competency based human resources management (CBHRM) dan talent based human resources management (TBHRM). CBHRM adalah suatu pendekatan manajemen sumber daya manusia yang menjadikan kompetensi sebagai titik sentralnya yang bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia di dalamnya agar dapat membangun sebuah organisasi yang sukses. Konsep kompetensi sudah lama dikenal dan berkembang, tetapi konsep CBHRM baru pertama kali dikenalkan oleh David McClelland (1973). TBHRM adalah suatu pendekatan manajemen SDM yang berfokus pada bakat (potential strength) dan terdiri dari proses attracting, developing, dan retaining yang komprehensif, terintegrasi, dan searah dalam rangka menjawab kebutuhan organisasi di jaman yang serba modern ini (McKinsey, 1997).

Perbedaan yang paling mendasar di antara keduanya terletak pada fokus pengembangannya. CBHRM menggunakan kompetensi sebagai fokus utama pengembangannya, sedangkan TBHRM menggunakan talent/potential strength/bakat. Walaupun demikian, CBHRM dan TBHRM tetap mengakui bahwa kinerja yang unggul dipengaruhi juga oleh kompetensi yang unggul.

Jika dilihat dari segi proses, CBHRM dan TBHRM tidak ada perbedaan yang cukup signifikan. Hanya saja pada TBHRM terdapat proses pembentukan talent pool. Setiap orang akan dimasukkan ke dalam talent pool yang sesuai dengan talent yang dimiliki dan kebijakan pengembangannya disesuaikan dengan karakteristik talent pool tersebut. Kebijakan penegembangan yang seperti itu diharapkan akan mempercepat proses belajar dan meningkatkan kemampuan hingga melebihi kemampuan-kemampuan yang standar, atau dengan kata lain memiliki kemampuan kelas dunia (world class). CBHRM tidak mengenal konsep talent pool sehingga kebijakan pengembangannya didasarkan pada standar kompetensi dan output-nya hanya berupa SDM yang memiliki kemampuan sesuai dengan standar kompetensi saja (standard class).  


Share