Pusat Penelitan dan Pengembangan Pengawasan

12.0690 - Pengembangan dan Implementasi Manajemen Pengetahuan di BPKP

Manajemen pengetahuan (knowledge management) adalah proses yang melibatkan: (a) pengkreasian pengetahuan, (b) penyimpanan pengetahuan, (c) berbagi pengetahuan, dan (d) pengaplikasian pengetahuan. Manajemen pengetahuan merupakan sarana untuk memperbaiki praktik dan prosedur, mengembangkan dan menguatkan kapabilitas pegawai, memperpendek durasi belajar pegawai baru atau pekerjaan baru, memperbaiki kualitas layanan pelanggan, dan menurunkan biaya (kerumitan) dalam menghasilkan suatu produk (Quink, 2008).

Manajemen pengetahuan perlu didukung oleh budaya organisasi (organizational culture) sebagai nilai, norma, dan praktik yang mendasari perilaku individu dalam organisasi, termasuk dalam mengelola pengetahuan. Dengan menggunakan pendekatan framework kompetisi nilai-nilai, budaya organisasi dapat dipandang sebagai pergulatan empat nilai yang saling berkompetisi, yaitu: nilai fleksibilitas, nilai stabilitas, nilai fokus internal, dan nilai fokus external (Cameron, 2005) yang tercermin dari budaya integrasi (integration), misi (mission), adaptasi (adaptability), dan pelibatan (involevement).

Desain manajemen pengetahuan di dalam organisasi dapat dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu: (a) menganalisis infrastruktur, (b) mendesain infrastruktur MP, (c) melakukan audit atas existing aset dan sistem manajemen pengetahuan, (d) mendesain tim manajemen pengetahuan, (e) menyusun blueprint manajemen pengetahuan, (f) mengembangkan sistem manajemen pengetahuan, (g) mengelola perubahan, budaya, dan struktur penghargaan, serta (h) mengevaluasi kinerja, mengukur hasil, dan memperbaiki sistem manajemen pengetahuan (Tiwana, 2002).

Dengan menggunakan lima unit kerja BPKP sebagai sampel, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep manajemen pengetahuan belum cukup dikenal dibandingkan dengan konsep budaya organisasi/budaya kerjayang lebih dulu telah diperkenalkan di BPKP. Manajemen pengetahuan di BPKP belum dipahami sebagai kegiatan yang melibatkan empat proses manajemen pengetahuan secara utuh. Yang paling mudah dipahami adalah manajemen pengetahuan sebagai proses penyimpanan pengetahuan, selanjutnya adalah sebagai proses pengkreasian pengetahuan dan berbagi pengetahuan. Konsep yang paling kurang dipahami adalah manajemen pengetahuan sebagai upaya organisasi dalam menerapkan pengetahuan. Hal ini dapat dipahami karena berdasarkan penelitian ini, BPKP saat ini adalah organisasi yang lebih mengunggulkan nilai stabilitas yang menekankan pada budaya integrasi dan budaya misi daripada budaya keterlibatan dan budaya adaptasi yang di dalamnya terdapat juga konsep organisasi pembelajar.

Upaya memajukan manajemen pengetahuan di BPKP sebagai proses aplikasi pengetahuan perlu didorong dengan kemudahan memeroleh data, informasi, dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas, kemudahan akses, kebebasan melaksanakan tugas berdasarkan pengetahuan, dan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang baru diperoleh dari diklat atau sumber lainnya. Selain itu, BPKP perlu lebih memberikan keleluasaan kepada para pegawai BPKP untuk menerapkan pengetahuan yang dimiliki secara mandiri dan inovatif.  


Share