Pusat Penelitan dan Pengembangan Pengawasan

11.1062 - Succession Planning SDM BPKP

Adanya pergeseran peran BPKP yang cenderung mengarah ke arah pemberian jasa consulting ketimbang kegiatan assurance dan adanya peran sebagai Pembina SPIP, mendorong BPKP untuk meninjau ulang ketersediaan SDM-nya saat ini. Sebagai organisasi pengawasan, BPKP terus melakukan perbaikan bagi peningkatan kinerja organisasi, termasuk pengelolaan SDM diantaranya mapping kompetensi dalam penerapan Competency Based Human Resources Management (CBHRM), capacity building dengan mengirim pegawai mengikuti program pendidikan S2 dan S3, memberikan sertifikasi keahlian, dsb.

Berdasarkan survey pendahuluan, Puslitbangwas BPKP mencoba menggali konsep ‘perencanaan sukses’ (succession planning) yakni bagaimana menempatkan orang yang tepat, pada saat dan posisi yang tepat (the right man at the right time on the right place) melalui sistem yang dikenal dengan talent pool system.

Ada dua alasan organisasi melakukan sucession planning yakni adanya aging workforce dan terbatasnya pegawai dengan ketrampialn tertentu yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. JikaBPKP ingin menerapkannya, maka perlu mempersiapkan infrastruktur meliputi : mapping kesiapan infrastruktur, merancang action plan dan mekanisme succession planning yang sesuai dengan organisasi, membangun sistem succession planning and management, dan melaksanakan action plan tersebut serta melakukan monitoring dan evaluasi.


Share