Pengelolaan Pengetahuan untuk Mendukung Agenda Prioritas Pengawasan

Seminar dan forum Duta KMS merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahunnya oleh Puslitbangwas BPKP dalam rangka memaparkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, seminar kali ini diadakan secara hybrid (daring dan luring) sesuai dengan protokol kesehatan selama situasi dan kondisi pandemi covid-19.

Acara hari pertama dibuka dengan penyampaian topik seminar, mendengarkan lagu Indonesia Raya dan Mars Puslitbang, pembacaan do'a, laporan oleh Ketua Panitia, Rury Hanasri, dan dilanjutkan sambutan oleh Kepala Perwakilan BPKP Prov DIY, Adi Gemawan, selaku tuan rumah.

Adi menyampaikan, “Seminar ini menurut saya seharusnya tidak diikuti oleh BPKP saja, BPKP yang menginisiasi, Litbang yang menginisiasi, pengelolaan pengetahuan bila dikaitkan dengan pengawasan betul-betul dibutuhkan karena pengawasan tidak hanya dari aparat pengawasan”. Lanjut Adi bahwa pengetahuan bisa menjadi nyata dan bermanfaat apabila mau belajar dengan cara mengajari. "Kalau sudah berani mengajari, maka pengetahuan akan menjadi bertambah". Hal tersebut tentunya berkaitan juga dengan apa yang dinamakan tacit knowledge dan explicit knowledge.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kapuslitbangwas BPKP, Amdi Veri Darma. Dalam sambutannya Amdi menyampaikan, “Semoga topik seminar yang disampaikan serta pembahasan mengenai KMS, teman-teman semua mendapatkan yang terbaik dari pembahasan, kita juga akan melaksanakannya dengan mencoba mengenali dan menyimpan explicit yang ada”. Lanjut Amdi bahwa di manapun berada, kita harus senantiasa mendukung KMS sehingga budaya ilmu pengetahuan dapat terbangun dan harus memanfaatkan momen ini menjadi suatu awal bagi kebangkitan data oriented internal auditing.

Adapun penyampaian materi seminar diawali dengan topik metode pengawasan yang efektif di era pandemi oleh tim kajian Puslitbangwas BPKP, Purwantoro, dan pembahas yang berasal dari Dewan Sertifikasi Akuntan Profesional IAI, Agung Nugroho Soedibyo, serta dari Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan, Robert Gonijaya. Pembahasan topik terkait bagaimana remote audit dari sisi standar audit, tools untuk melaksanakan remote audit dan lain sebagainya.

Seminar dilanjutkan dengan paparan kedua mengenai kinerja keuangan BUMN sektor jasa infrastruktur oleh tim kajian Puslitbangwas BPKP, Ficky Susilo, dan pembahas dari Kedeputian Bidang Akuntan Negara BPKP, Heli Restiati. Sesi ini lebih banyak mengupas tentang permasalahan dan hambatan BUMN (terutama BUMN sektor jasa infrastuktur), desain pengawasan intern yang ideal untuk BUMN, serta metode analisis kinerja BUMN yang mencakup keuangan, operasional, dan fiskal.

Sebagai penutup acara hari pertama, forum Duta KMS menghadirkan secara langsung narasumber dari Telkom Corporate University, Eko Budiharjo, yang cukup komprehensif dan terlibat langsung dalam membangun Knowledge Management di Telkom. (vd/ndp)