Sertifikat Diklat SPIP akan Menjadi Salah Satu Pertimbangan dalam Promosi Pegawai

Diklat berlangsung lima hari mulai tanggal 2 sampai dengan 6 Agustus 2010 di Malaria Center tersebut dibuka oleh Bupati Halmahera Selatan, Muhammad Kasuba, dengan dihadiri oleh Ketua Satgas SPIP Perwakilan BPKP Provinsi Maluku, Muh Sugeng. Penyelenggaraan diklat kali ini mendapatkan perhatian yang serius dari jajaran pimpinan pemerintahan di Kabupaten Halmahera Selatan. Hal tersebut terlihat dari banyaknya peserta diklat yang mencapai angka 47 peserta sehingga melebihi dari jumlah awal yang diperkirakan sekitar 30 peserta. Peserta berasal dari pejabat struktural dan staf seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan pemerintah Kabupatan Halmahera Selatan. Sementara pada saat penutupan yang dilakukan oleh Kasuba, dihadiri oleh Koordinator Satgas SPIP BPKP Pusat, yang juga Kepala Puslitbangwas Mirawati Sudjono dan Kepala Perwakilan BPKP Perwakilan Provinsi Maluku, Slamet Hariadi dan seluruh jajaran kepala SKPD Kab Halmahera Selatan..

Dalam sesi Pengarahan sekaligus tanya jawab dengan peserta diklat, Mirawati Sudjono memberikan apresiasi tinggi kepada Bapak Bupati karena memiliki perhatian yang tinggi dalam upaya penerapan SPIP. Terbukti dengan Kab Halmahera Selatan saat ini telah menjadi Kabupaten Piloting dalam penerapan SPIP melaui kegiatan Sosialisasi, diklat dan Diagnostic Assessment oleh Perwakilan BPKP Provinsi Maluku.

Menjawab pertanyaan peserta “Bagaimana pelaksanaan SPIP ini nantinya” Mirawati menjelaskan, dalam hal penerapan SPIP ada beberapa tahapan, yaitu knowing yaitu mengetahui melalui kegiatan sosialisasi dan diklat. Selanjutnya Mapping atau pemetaan untuk memperoleh area perbaikan dimana Kab Halsel saat ini sedang dilakukan melalui kegiatan Diagnostic Assessment. Setelah itu Norming yaitu membangun dan memperbaiki infrastruktur serta Forming yaitu mewujudkan dalam keseharian terhadap semua yang diperlukan dalam penyelengaraan SPIP.

Khusus menghadapi Diagnostic Assessment, Mirawati menegaskan para peserta dan nanti unit yang diAsses untuk jujur dalam menjawab. Hal tersebut penting untuk mendapatkan gambaran atau kondisi riil yang ada. “Tidak perlu takut nanti keliru, ini semua bukan buat kami tetapi untuk perbaikan BapakSaudara sekalian, Ujar Mirawati. Tidak akan ada scoring dalam hal ini, karena ini murni kepentingan pemerintah daerah itu sendiri dalam hal nantinya menentikan area perbaikan. Terkait dengan penyelenggaraan diklat, Mirawati menyatakan sangat puas dengan penyelenggaraan diklat ini, karena penyelenggara tetap menjaga kualitas dengan tidak sembarangan meluluskan peserta.(Humas Promal)