AAIPI DPW KALSEL GELAR SEMINAR CONTINUOUS CONTROL MONITORING INTRODUCTION

BANJARBARU (10/1) – Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan, Rudy M. Harahap selaku Ketua Umum AAIPI Kalimantan Selatan membuka Seminar Online AAIPI Kalimantan Selatan dengan mengambil topik “Continous Control Monitoring Introduction”. Acara ini diikuti secara daring oleh Inspektur Provinsi Kalimantan Selatan selaku Direktur Eksekutif AAIPI Kalimantan Selatan A. Fydayeen dan Anggota AAIPI dari berbagai instansi dan penjuru Indonesia.

Pada kesempatan ini, Rudy menyampaikan bahwa, perkembangan teknologi informasi (TI) yang pesat telah menjangkau pada hampir seluruh lapisan masyarakat, termasuk instansi pemerintahan di Indonesia. Perkembangan TI tersebut, menuntut Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk mengantisipasi agar dapat berperan lebih efisien dan efektif dalam memberikan assurance dan consulting atas pengendalian, menajemen risiko dan tata kelola.

Rudy juga menjelaskan bahwa Continous Monitoring merupakan salah satu tools yang dapat diterapkan APIP untuk meningkatkan kapabilitas dan perannya tersebut. Selain Continuous Monitoring ada jugaContinuous Auditing. Sasaran Continuous Auditing Continuous Monitoring (CACM) adalah kegiatan-kegiatan yang paling berisiko, sehingga monitoring tidak dilakukan secara sampling, melainkan keseluruhan kegiatan tersebut secara terus menerus. Penggunaan TI dalam CACM juga bisa mereduksi aspek psikologis antara auditor dan auditan, karena tidak harus selalu bertatap muka, hemat sumber daya manusia, sehingga SDM yang ada dapat dioptimalkan untuk hal-hal yang lebih strategis.  Saat ini BPKP Saat ini BPKP telah membangun Sistem Informasi Manajemen Akuntabilitas (SIMA) dan CITRA, yang ke depan diharapkan dapat menjadi Continuous Monitoring (CM) sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses bisnis.

Rudy juga mendorong APIP untuk terus melakukan terobosan agar penugasan pengawasan khususnya berbasis elektronik ini dapat dilaksanakan dengan baik. Terobosan dalam strategi pengembangan teknologi informasi harus selaras dengan penugasan pengawasan yang bergerak dinamis. Untuk bisa melakukan pengawasan berbasis elektronik secara menyeluruh, diperlukan tiga syarat utama dalam pengembangan sistem pengawasan berbasis elektronik, yaitu: (1) Perlu untuk menyusun grand design pengelolaan teknologi informasi di lingkungan APIP (2) peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam teknologi informasi, (3) pembangunan infrastruktur teknologi informasi yang memadai.

Sementara itu, Inspektur Provinsi Kalimantan Selatan selaku Direktur Eksekutif AAIPI Kalimantan Selatan A. Fydayeen menyampaikan bahwa CACM (Continuous Auditing dan Continuous Monitoring) adalah bentuk transformasi yang dapat dilakukan oleh APIP dan manajemen dengan memanfaatkan teknologi, yang bertujuan untuk memberikan solusi atas kelemahan dan celah dalam proses pengawasan trandisional. Continuous Auditing dilakukan oleh APIP dan Countinuous Monitoring dilakukan oleh manajemen pada organisasi sektor publik. Kedua konsep ini tidak dapat dipisahkan, dan penerapannya akan sangat ideal jika dilakukan bersamaan. CACM dapat menjadi alat untuk peningkatan kapabilitas, baik manajemen maupun APIP.

Kemudian dilanjutkan dengan paparan Dorektur SATORI CCM di Wilayah ASEAN, Jon Baker yang membahas mengenai Pengenalan Continous Control Monitoring, Manfaat Penerapan Continous Control Monitoring, dan Pengenalan Aplikasi Continous Control Monitoring.  

Dengan adanya seminar singkat ini, diharapkan dapat memberikan manfaat, terkait pengawasan elektronik secara menyeluruhserta memberikan pemahaman kepada peserta pelatihan agar mengenal sebuah alat untukpemantauan otomatis dan berkelanjutan yang memungkinkan manajemen terus meninjau proses bisnis dari segi kepatuhan dan mendeteksi dini adanya penyimpangan dari tingkat kinerja dan efektivitas yang ingin dicapai.

(Kominfo BPKP Kalsel)