Kerjasama, Kata Kunci Keberhasilan Pemberantasan Korupsi

Demikian dikemukakan Yus Muharam ketika menjadi narasumber mewakili Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah pada hari ketiga Lokakarya Manajemen Terpadu Penanganan Tindak Pidana Korupsi. Lokakarya diselenggarakan oleh Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC), Rabu (15/4), di Akademi Kepolisian, Semarang. Peserta lokakarya terdiri para pegawai dari instansi PPATK, Kementerian Keuangan, POLRI, Kejaksaan, KPK, BPKP, dan ICW.

Lebih lanjut Yus Muharam mengatakan, pemberantasan terhadap tindak pidana korupsi tidak boleh berhenti. “Pemberantasan korupsi justru harus terus ditingkatkan secara profesional, intensif, dan berkesinambungan,” ujarnya. Karena dampak perbuatan korupsi, lanjut dia, banyak merugikan keuangan negara, menghancurkan perekonomian negara, menghambat pembangunan nasional, serta menjauhkan tujuan negara untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat.

Dijelaskan Yus Muharam, pemberantasan tindak pidana korupsi merupakan serangkaian tindakan untuk mencegah dan memberantas tindak pidana korupsi melalui upaya koordinasi, supervisi, monitoring, penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan sampai dengan pelaksanaan upaya hukum dan eksekusi (UHEKSI), dengan peran serta masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga pemberantasan korupsi harus dilakukan bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa.

“Dengan adanya kerjasama yang solid diantara para pegiat anti korupsi, badan penegak hukum dan keadilan serta badan negara atau instansi lainnya yang komit terhadap pemberantasan korupsi, diyakini akan mampu menekan timbulnya kejahatan tindak pidana korupsi di negeri ini,” ujar Yus Muharam.

Yus mengingatkan, peserta lokakarya perlu memahami tugas dan fungsi institusi yang menangani dan berkomitmen melakukan pemberantasan korupsi seperti, Kepolisian, Kejaksaan, KPK, BPK, BPKP, maupun ICW. Karena menurutnya, hal itu menjadi faktor penting untuk dapat membangun kerjasama dalam penanganan TPK.

BPKP sendiri, seperti diterangkan Yus Muharam, dalam upayanya turut memerangi dan memberantas korupsi telah menjalin kerjasama dengan para penegak hukum, baik Kepolisian, Kejaksaan, maupun KPK. “Kerjasama ini akan terus ditingkatkan, dan BPKP selalu siap bekerjasama dan bersinergi dengan instansi lain dalam hal membantu mengungkap tindak pidana korupsi,” ucap Yus Muharam menutup paparannya. (Humas BPKP Jtg - Hart)