KEPALA PERWAKILAN BPKP JAMBI MENJADI NARASUMBER ACARA BIMTEK PENYUSUNAN RKAP

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jambi Sueb Cahyadi menjadi narasumber dalam acara Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), Senin (29/11). Acara ini diselenggarakan oleh PD Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Jambi. Peserta berjumlah 28 orang yang merupakan perwakilan seluruh Perumda Air Minum se-Provinsi Jambi.

Dengan adanya BIMTEK Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) para peserta dapat mempelajari bagaimana perencanaan dalam perspektif manajemen risiko. Tujuan strategis, inisiatif strategis, indikator kinerja utama dan analisis risiko, bagaimana menganalisis risiko terhadap asumsi internal dan eksternal: keandalan data, dan hal – hal lain terkait menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan RKAP.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jambi Sueb Cahyadi dalam materinya yang berjudul “Implementasi SWOT dan Evaluasi Kinerja Perusahaan pada Perspektif Manajemen Risiko guna Penyusunan RKAP”, mengatakan ada 4 fungsi RKAP diantaranya adalah sebagai pengendali jalannya perusahaan, pedoman untuk menghindari penyimpangan, menyediakan standar untuk evaluasi kinerja, menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk memperbaiki pembuatan keputusan dan memperbaiki komunikasi dan koordinasi.

Metode analisis SWOT merupakan metode analisis yang paling dasar dalam melakukan analisis strategi, yang bermanfaat untuk mengetahui suatu permasalahan ataupun suatu topik dari 4 empat sisi yang berbeda. Analisis ini berperan sebagai alat untuk meminimalisir kelemahan atau kekurangan yang terdapat dalam suatu perusahaan atau organisasi serta menekan dampak dari ancaman yang timbul dan harus dihadapi.

“Hasil dari analisis SWOT ini biasanya berupa arahan ataupun rekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan untuk menambah keuntungan suatu perusahaan atau organisasi. Jika digunakan dengan baik dan benar, maka analisis ini akan dapat digunakan untuk membantu melihat sisi-sisi yang terabaikankan atau tidak terlihat dari sebuah perusahaan atau organisasi.” tambah Sueb Cahyadi.

Dalam sambutannya, Kompartemen Diklat, Standarisasi/Sertifikasi Dwike Riantara mengatakan bahwa perubahan bisnis yang cepat juga mengandung risiko, sehingga menuntut organisasi untuk membuat perencanaan yang berbasis risiko. RKAP yang detail akan membantu pencapaian target tahun ini karena menunjukkan peta strategi dan KPI.