Inspektorat

Penilaian Resiko 3

E.  HASIL PENETAPAN KONTEKS

Hal pertama yang dilakukan dalam pelaksanaan penilaian risiko adalah pengenalan konsep penilaian risiko kepada seluruh pegawai Inspektorat BPKP dalam bentuk sosialisasi dan pemaparan. Pengenalan konsep bertujuan agar seluruh pegawai Inspektorat BPKP mengenal dan memahami penilaian risiko (risk assessment), teknik yang digunakan, dan penanganan yang dipilih.

Setelah pengenalan konsep penilaian risiko melalui sosialisasi dan pemaparan, Tim selanjutnya melaksanakan penilaian risiko dan melaksanakan identifikasi pilihan penanganan risiko yang dihadapi organisasi Inspektorat pada tataran strategis dan tataran kegiatan. Dengan memperhatikan tugas dan fungsi Inspektorat BPKP sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Kepala BPKP Nomor KEP-06.00.00-080/K/2001 tanggal 20 Februari 2001, tentang Organisasi dan Tata Kerja BPKP pasal 214 huruf c, Tim tidak membagi struktur Inspektorat ke dalam kategori-kategori, sebagai contoh, membedakan antara fungsi teknis pengawasan dan fungsi tata usaha melainkan sebagai satu kesatuan yaitu fungsi Inspektorat. Hal tersebut dilakukan dengan memperhatikan:

  • visi, misi, serta tugas dan fungsi Inspektorat BPKP;
  • faktor keberhasilan Inspektorat BPKP yaitu komitmen Pimpinan, stakeholders , dan perangkat perundangan;
  • faktor pendukung internal Inspektorat yaitu sumber daya manusia, sarana dan prasarana, dan ketentuan internal organisasi.

Risiko yang berhasil diidentifikasi akan dikelompokkan berdasarkan sumber risiko ke dalam delapan kelompok risiko yaitu:

1) Konteks strategis,

adalah tataran identifikasi risiko Inspektorat BPKP berkaitan dengan lingkungan strategis yang mempengaruhinya.

2) Konteks sumber daya manusia,

adalah tataran identifikasi risiko Inspektorat BPKP meliputi: ketersediaan dan kompetensi pegawai Inspektorat BPKP serta hubungan antar pegawai Inspektorat maupun di luar unit.

3) Konteks keuangan,

adalah tataran identifikasi risiko dalam penatausahaan keuangan di lingkungan Inspektorat BPKP.

4) Konteks sarana dan prasarana,

adalah tataran identifikasi risiko dalam penatausahaan sarana dan prasarana di lingkungan Inspektorat BPKP.

5) Konteks program dan pelaporan,

adalah tataran identifikasi risiko dalam pengendalian program aplikasi utama seperti SIM-HP, Simonev RKT, SAI, SABMN, dan Sispedap di lingkungan Inspektorat BPKP, dan ketertiban pelaporan.

6) Konteks sistem dan prosedur,

adalah tataran identifikasi risiko dalam ketersediaan dan pelaksanaan sistem dan prosedur seperti prosedur penetapan angka kredit, prosedur kenaikan pangkat, dan prosedur pengawasan

7) Konteks pengawasan,

adalah tataran identifikasi risiko dalam tugas dan kegiatan utama pengawasan unit kerja di lingkungan BPKP.

8) Konteks non pengawasan,

adalah tataran identifikasi risiko dalam kegiatan penunjang kegiatan utama di lingkungan Inspektorat BPKP.

F. IDENTIFIKASI RISIKO

Berdasarkan hasil identifikasi dengan menggunakan teknik kajian terhadap dokumen-dokumen, Focus Group Discussion (FGD) pada kelompok Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional Auditor (PFA) dan Pegawai Tata Usaha serta pengamatan Tim, diperoleh 143 risiko dan 183 dampak. Risiko-risiko yang berhasil diidentifikasi tersebut dikelompokkan ke dalam delapan sumber/ kelompok risiko yaitu risiko strategis, risiko sumber daya manusia (SDM), risiko keuangan, risiko sarana dan prasarana, risiko program dan pelaporan, risiko sistem dan prosedur, risiko pengawasan, dan risiko non pengawasan, sebagaimana tergambar dalam tabel berikut:

Tabel I: Sumber risiko, jumlah risiko, dan jumlah dampak

No

Sumber Risiko

Risiko

Dampak

1

Strategis

21

25

2

Sumber daya manusia (SDM)

27

41

3

Keuangan

19

24

4

Sarana dan prasarana

7

9

5

Program dan pelaporan

9

11

6

Sistem dan prosedur

9

12

7

Pengawasan

43

53

8

Non pengawasan

8

8

Jumlah

143

183

G. HASIL ANALISIS DAN EVALUASI RISIKO

Langkah selanjutnya setelah tahap identifikasi risiko adalah analisis risiko. Analisis risiko dilakukan untuk memisahkan risiko tingkat rendah dengan risiko tingkat tinggi. Analisis risiko dapat dilakukan jika sudah diketahui seberapa sering peluang terjadinya dan seberapa besar pengaruh dampaknya. Untuk mengetahui hal tersebut Tim melakukan penilaian dengan menggunakan kuesioner yang disampaikan kepada responden pegawai Inspektorat baik struktural maupun non struktural (PFA/staf/jabatan fungsional lainnya) dengan tingkat pengembalian sebesar 86,67 % atau dari jumlah yang dikirim sebanyak 30 kuesioner yang kembali sebanyak 26 kuesioner.

Berdasarkan kuesioner yang dikembalikan oleh responden, Tim selanjutnya melakukan tabulasi terhadap jawaban-jawaban yang telah divalidasi dan diberi kode. Tabulasi data menggunakan cross tabulation secara berpasangan antara risiko dan dampaknya dengan menggunakan SPSS. Kemudian dari hasil tabulasi dilakukan analisis data dengan memilih modus (paling banyak dipilih/muncul) atas risiko dan dampak. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa satu risiko dapat menghasilkan beberapa dampak. Analisis data akan menunjukkan pasangan risiko dan dampak. Sebagai contoh, Inspektorat memiliki 143 risiko dan 183 dampak. Hasil analisis risiko menunjukkan pasangan risiko dan dampak sebanyak 183 buah tersebar dalam kelompok risiko dan area dimana risiko dan dampak tersebut berada.

Analisis area risiko dikategorikan menggunakan pendekatan sebagai berikut :

•  Tingkat risiko sangat tinggi = Area berwarna merah

Risiko pada tingkat ini adalah risiko dengan peluang terjadinya sangat sering hingga kadang-kadang dan memiliki nilai pengaruh dampak dari sangat besar hingga cukup besar. Batas tertinggi nilai risiko adalah 25 (probabilitasnya sangat sering = 5, dan dampaknya sangat besar = 5) dan batas terendahnya adalah 15 (probabilitasnya kadang-kadang = 3, dan dampaknya cukup besar = 5 atau probabilitasnya sangat sering = 5 dan dampaknya cukup besar = 3).

•  Tingkat risiko tinggi = Area berwarna jingga

Risiko pada tingkat ini adalah risiko dengan peluang terjadinya sangat sering hingga jarang dan memiliki nilai pengaruh dampak dari kecil hingga sangat besar. Batas tertinggi nilai risiko adalah 12 (probabilitasnya sering = 4, dan dampaknya cukup besar = 3 atau probabilitasnya kadang-kadang = 3 dan dampaknya besar = 4) dan batas terendahnya adalah 10 (probabilitasnya sangat sering = 5, dan dampaknya kecil = 2 atau probabilitasnya jarang = 2 dan dampaknya sangat besar = 5).

•  Tingkat risiko sedang = Area berwarna kuning

Risiko pada tingkat ini adalah risiko dengan peluang terjadinya sangat sering hingga sangat jarang dan memiliki nilai pengaruh dampak dari sangat kecil hingga sangat besar. Batas tertinggi nilai risiko adalah 9 (probabilitasnya kadang-kadang = 3, dan dampaknya cukup besar = 3) dan batas terendahnya adalah 5 (probabilitasnya sangat sering = 5, dan dampaknya sangat kecil=1 atau probabilitasnya sangat jarang = 1 dan dampaknya sangat besar = 5).

•  Tingkat risiko rendah = Area berwarna hijau muda

Risiko pada tingkat ini adalah risiko dengan peluang terjadinya sering hingga sangat jarang dan memiliki nilai pengaruh dampak dari besar hingga sangat kecil. Batas tertinggi nilai risiko adalah 4 (probabilitasnya sering = 4, dan dampaknya sangat kecil = 1 atau probabilitasnya sangat jarang = 1 dan dampaknya besar = 4) dan batas terendahnya adalah 3 (probabilitasnya kadang-kadang = 3, dan dampaknya sangat kecil=1 atau probabilitasnya sangat jarang = 1 dan dampaknya sedang = 3).

•  Tingkat risiko sangat rendah/tidak signifikan = Area berwarna hijau

Risiko pada tingkat ini adalah risiko dengan peluang terjadinya jarang terjadi hingga sangat jarang dan memiliki nilai pengaruh dampak dari kecil hingga sangat kecil. Batas tertinggi nilai risiko adalah 2 (probabilitasnya jarang = 2, dan dampaknya sangat kecil = 1) dan batas terendahnya adalah 1 (probabilitasnya sangat jarang terjadi = 1, dan dampaknya sangat kecil =1).

Inspektorat BPKP memiliki 143 risiko dengan 183 dampak yang tersebar pada delapan sumber/kelompok risiko. Hasil analisis sebaran per kelompok berdasarkan area risiko pada Inspektorat dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Area risiko sangat tinggi : terdapat 6 area risiko sangat tinggi yang tersebar pada 4 kelompok risiko
  • Area risiko tinggi : terdapat 16 risiko tinggi yang tersebar pada 5 kelompok risiko.
  • Area risiko sedang : terdapat 78 risiko tingkat sedang yang tersebar pada 8 kelompok risiko.
  • Area risiko rendah : terdapat 35 risiko tingkat rendah yang tersebar pada 8 kelompok risiko.
  • Area risiko sangat rendah/tidak signifikan : terdapat 8 risiko tingkat rendah yang tersebar pada 3 kelompok risiko.

Secara lengkap sebaran area risiko berdasarkan kelompok risiko untuk masing-masing area dapat dirinci pada tabel berikut ini:

No.

Kelompok Risiko

Risiko

Sangat Tinggi

Tinggi

Sedang

Rendah

Sangat Rendah

Jumlah

1

Strategis

3

-

13

4

1

21

2

Sumber daya manusia (SDM)

1

8

9

9

-

27

3

Keuangan

1

2

7

3

6

19

4

Sarana dan prasarana

-

-

5

2

-

7

5

Program dan pelaporan

-

-

4

5

-

9

6

Sistem dan prosedur

-

1

5

2

1

9

7

Pengawasan

1

4

31

7

-

43

8

Non pengawasan

-

1

4

3

-

8

Jumlah

6

16

78

35

8

143

   
1
2
3
   

 


Share