Gandeng BPKP Kalbar dalam Tingkatkan Kinerja, PTPN XIII Gelar Workshop Penguatan Kompetensi SDM

.

GUNUNG MELIAU (27/9/2022) – Dengan menggandeng Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat, PT Perkebunan Nusantara XIII menyelenggarakan Workshop for Leadership pada Kamis (27/9).

Dengan mengambil tema “Penguatan Tata Kelola Industri Kelapa Sawit”, Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat memberikan pendalaman pengetahuan secara hybrid kepada 78 peserta yang  terdiri dari Kepala Bagian, Grup Manajer,  Manajer, Kepala Sub Bagian, Asisten Kepala dan Masinis Kepala di lingkungan PT Perkebunan Nusantara XIII dengan mengambil tempat di Unit Grup Kalimantan Barat PTPN XIII, Gunung Meliau, Kabupaten Sanggau.

Membuka kegiatan tersebut, Direktur PT Perkebunan Nusantara XIII Rizal M. Damanik menyampaikan tujuan diselenggarakannya workshop yang dilatarbelakangi bahwa manajemen merasa perlu untuk melakukan upaya strategis untuk meningkatkan kompetensi SDM, sejalan dengan program transformasi bisnis PTPN Group menuju pembentukan Palm Co.

“Kami apresiasi workshop ini merupakan bagian dari upaya korporasi melakukan inisiatif strategis. Semua lini dan sektor ditekankan untuk melakukan upaya perbaikan penyehatan secara terus menerus yang pada akhirnya, semua perbaikan itu akan mengerucut kepada akselerasi kinerja perusahaan. Kami berharap para peserta bisa memahami dan menindaklanjuti apa yang didapat dari workshop ini. Terima kasih juga kepada BPKP Provinsi Kalimantan Barat yang telah bekerja sama dengan PTPN XIII pada pelaksanaan workshop kali ini,” ujar Rizal.

Dalam kesempatan yang baik tersebut, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat Ayi Riyanto yang hadir dengan didampingi Korwas Bidang Akuntan Negara Daridin membagikan pengetahuan dan pengalamannya dalam menumbuhkan nilai-nilai leadership, khususnya terkait tata kelola perusahaan yang baik.

“Pada era perubahan yang serba cepat saat ini, organisasi harus senantiasa mempertimbangkan batasan-batasan hukum, konteks sosial dan ketidakpastian yang muncul, agar pencapaian kinerja dapat lebih optimal. Selaras dengan hal tersebut, pelaksanaan fungsi tata kelola (governance), manajemen risiko (risk), dan kepatuhan (compliance) juga tidak dapat dipisahkan dari aktivitas pencapaian kinerja dimaksud,” ujar Kepala Perwakilan.

Dalam proses pencapaian kinerja yang dimaksud, Ayi menjelaskan bahwa GRC di atas harus dapat diimplementasikan tak hanya untuk mengantisipasi ketidakpastian pencapaian tujuan, namun juga harus sebagai kesadaran internal yang selanjutnya dapat mewujudkan bisnis menjadi sehat bertanggung jawab dan memiliki daya saing tinggi di tengah gempuran kompetitor.

Lebih lanjut, Ayi menyebutkan bahwa implementasi GRC ini mencerminkan komitmen PTPN XIII terhadap upaya peningkatan tata kelola perusahaannya sehingga akuntabilitas atas proses dapat juga dijaga melalui berbagai program salah satunya, yaitu penerapan Human Capitol Development yang menjadi aset perusahaan untuk dijadikan strategi dalam mencapai tata kelola yang baik. Dengan begitu, tata kelola PTPN XIII akan bermuara pada hal yang baik dan berfokus pada peningkatan kinerja perusahaan. (FW)

Sumber: PTPN XIII