Pelatihan Resolusi Bank, Perkuat Sinergi Antara BPKP dengan LPS

Komitmen tersebut diimplementasikan melalui Pelatihan LPS, BPKP dan KAP bertajuk Implementasi Single Customer View (SCV) dalam rangka mendukung Resolusi Bank bertempat di Hotel Anvaya Bali pada 3-4 November 2022. Kegiatan ini diikuti oleh 124 pegawai bpkp, baik Pusat dan Perwakilan serta 6 Kantor Akuntan Publik.

Membuka acara, Plt. Direktur Eksekutif Sumber Daya Manusia dan Administrasi Rudi Rahman menyampaikan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan knowledge dan memberikan informasi terkini terutama tentang SCV dan bagaimana implementasinya ke depan. Dalam kegiatan ini juga akan dilakukan penandatanganan perpanjangan nota kesepahaman dengan 5 Kantor Akuntan Publik.

Kemudian Ketua Eksekutif LPS, Lana Soelistianingsih menjelaskan perubahan peran LPS menjadi Risk Minimizer. Lana berujar, LPS diberikan mandat oleh Pemerintah untuk menjalankan program Restrukturisasi Perbankan apabila terdapat masalah krisis Perbankan yang dapat membahayakan perekonomian nasional.  Selanjutnya LPS sedang menyiapakan berbagai upaya yang meliputi tidak hanya persiapan organisasi, SDM, kebijakan dan teknologi untuk melaksanakan mandat tersebut agar lebih efektif dan efisien. LPS sebagai Risk Minimizer  berfungsi untuk meminimalkan risiko dan memberikan penempatan dana untuk bank-bank yang mengalami permasalahan solvabilitas jangka pendek.

Selanjutnya Managing Partner KPMJ Indonesia, Tohana Widjaja dalam sambutannya menyampaikan berbagai pesan untuk selalu bersinergi dan memohon dukungan dari seluruh pihak terutama LPS, BPKP serta pemangku kepentingan untuk selalu siap dalam rangka penanganan dan penyelesaian bank serta restrukturisasi perbankan.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Kepala BPKP Bidang Akuntan Negara, Sally Salamah memberikan sambutan sekaligus memberikan paparan terkait kerja sama yang telah dilakukan antara BPKP dan LPS hingga kini serta Lesson Learned atas pengawasan yang selama ini dilakukan.

Mengungkap kerjasama yang telah lama dilakukan, Sally menuturkan bahwa hal tersebut merupakan mitigasi risiko yang dilakukan LPS untuk menghadapi masalah-masalah Perbankan. Sebagai dukungan, BPKP telah melakukan berbagai kegiatan pengawasan mulai dari monitoring, reviu dan audit. Harapannya, hasil pengawasan BPKP bisa meberikan nilai tambah bagi LPS.

Sebagai Penutup, Sally berharap para peserta pelatihan dapat secara fokus mencermati, mengamati dan mencerna materi yang diberkan sehingga menjadi bekal ketika ada pengawasan ke depan terkait permasalahan perbankan. Tidak lupa, Sally juga memberikan apresiasi kepada Pimpinan LPS dan seluruh jajaran atas kerjasama yang telah terbina dengan baik.

 

Kominfo DAN/VR