Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan BUMD Air Minum Kabupaten/Kota Se-Provinsi Gorontalo

Gorontalo (29/3) BPKP Gorontalo melaksanakan Monitoring hasil Evaluasi Pengelolaan BUMD Air Minum Se-Provinsi Gorontalo dan Sosialisasi Penyusunan Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawahpada hari Selasa tanggal 29 Maret 2022.

Asisten II Provinsi Gorontalomembuka acaramenyampaikan mengenai akan perlu dan pentingnya hasil evaluasi PDAM dalam mengambil langkah strategis agar mencapai PDAM yang sehat.Oleh karena itu, untuk mengawal tercapainya PDAM sehat banyak indikator yang perlu diperhatikan terutama Full Cost Recovery (FCR). FCR adalah efisiensi biaya operasional di PDAM yang sangat perlu diidentifikasi lebih rinci agar biaya-biaya operasional yang tidak diperlukan dapat dipangkas sehingga tercapainya PDAM yang sehat.Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam hal ini Bidang Perekonomian berkomitmen untuk mendampingi PDAM dalam menghitung FCR secara tepat dan akurat.

Kepala perwakilanBPKP Provinsi Gorontalo, Raden Murwantara, memaparkan materinya tentang Kinerja PDAM dan Perhitungan/Penetapan Tarif Air Minum. Dalam materinya juga dimuat terkait perbaikan tata kelola, penguatan proses bisnis dan mitigasi risiko yang diperlukan PDAM.

Peran Pemerintah Daerah juga penting dalam memperkuat dan menunjang PDAM sehat. Dari 6 PDAM yang ada di Provinsi Gorontalo belum dapat mencapai target RPJM Nasional terkait Penyediaan Akses Air Minum yang Layak dan Aman, maka dari itu peran Pemerintah Daerah sangat dibutuhkan dalam mendorong PDAM mencapai target yang ditetapkan.

Tingkat Kesehatan PDAM Se-Provinsi Gorontalo di tahun 2019 hanya terdapat 1 (satu) PDAM dengan kategori “Sehat”. Namun di tahun 2020 Tingkat Kesehatan PDAM Se-Provinsi Gorontalo naik menjadi 3 (tiga) PDAM dengan kategori “Sehat”.

Dalam mencapai Tingkat Kesehatan PDAM “Sehat” salah satu komponen yang penting adalah perhitungan Full Cost Recovery (FCR). Dimana hanya ada 1 PDAM yang sudah berhasil menerapkan FCR yaitu PDAM Muara Tirta Kota Gorontalo, dapat dilihat dari Laporan Keuangan yang sudah memiliki Keuntungan (Profit).

Selanjutnya dalam mencapai Tingkat Kesehatan PDAM “Sehat” salah satu komponen penting lainnya adalah Efektifitas Penagihan. Jika dilihat dari tahun 2019-2020 yang telah dilakukan Evaluasi rata-rata PDAM di Gorontalo sudah diatas 80% efektifitas penagihan, namun masih terdapat 2 (dua) PDAM yang masih dibawah 60%, hal ini perlu kita monitor dan didalami masalah dan tindakan apa yang perlu kita lakukan.

Selanjutnya dalam mencapai Tingkat Kesehatan PDAM “Sehat” perhitungan  Non Revenue Water (NRW) menjadi titik krusial yang penting bagi PDAM. Hal ini berkaitan dengan kehilangan air yang sudah diproduksi oleh PDAM.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Gorontalo juga memaparkan cara menghitung Biaya Dasar Air Minum PDAM sesuai dengan Pasal 13 Permendagri No 21 Tahun 2020 serta memberikan masukan yang membangun. Dalam hal ini Pemerintah Provinsi Gorontalo telah menindak lanjuti dengan diterbitkan SK Gubernur Nomor 378/3/X/2021 tanggal 5 Oktober 2021 tentang Penetapan Besaran Tarif Batas Bawah dan Tarif Batas Atas Air Minum Kabupaten/Kota Se-Provinsi Gorontalo.

(kominfobpkpgorontalo/bidangAN)