BPKP Malut Lakukan Profiling Risiko Fraud Tata Kelola dan Akuntabilitas Aset Desa

Apa pentingnya Tata Kelola Aset Desa?

Aset Desa adalah barang milik Desa yang berasal dari kekayaan asli milik Desa, dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) atau perolehan Hak lainnya yang sah. Pengelolaan Aset Desa dimulai dari perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan, pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan, pelaporan, penilaian, pembinaan, pengawasan dan pengendalian aset Desa.

Aset Desa akan sangat bermanfaat bagi Desa, jika dikelola dengan baik oleh pemerintah desa. Namun saat ini masih banyak Perangkat Desa yang belum mengetahui terkait mekanisme Tata Kelola Aset Desa yang benar, sehingga Aset Desa tidak dapat termanfaatkan secara maksimal dan dapat menimbulkan risiko penyalahgunaan aset.

Bertempat di Ruang Rapat Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan, dalam upaya mengurangi kemungkinan dan dampak terjadinya risiko terkait Tata Kelola Aset Desa, Jumat (Selasa (22/2), Perwakilan BPKP Provinsi Maluku melakukan penyusunan profil (profiling) risiko fraud untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko yang signifikan atas Tata Kelola dan Akuntabilitas Aset Desa. Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Halmahera Selatan, Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan, dan perwakilan perangkat desa di Kabupaten Halmahera Selatan.

Tahapan profiling risiko fraud yang dilakukan adalah memberikan/menyamakan pemahaman terkait Pengelolaan Aset Desa, Definisi Risiko dan Kecurangan, dan Tata Cara Penyusunan Profil Risiko Kecurangan. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Inspektorat serta dengan perangkat desa dari 10 desa.

Diharapkan dengan teridentifikasinya risiko terkait tata kelola aset desa, Perangkat Desa dapat memanfaatkan dan mendayagunakan segala aset yang dimilikinya untuk kesejahteraan warga dan dapat menjadi desa yang mandiri.

(Kominfo BPKP Malut / Charles)