BPKP Dorong Penguatan Maturitas Penyelenggaraan SPIP di RSUP Kandou Sulawesi Utara

Manado – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mempunyai tugas untuk melakukan pembinaan atas penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Mulai dari pengenalan konsep sampai dengan pengukuran tingkat pematangan penyelenggaraan SPIP untuk mendukung akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.

Dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang Penilaian Maturitas SPIP Terintegrasi, Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Utara memberikan Sosialisasi dan Pendampingan Penilaian Maturitas SPIP kepada Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. dr. R. D. Kandou, Selasa (15/11) di Aula Serbaguna RS. Kandou Manado. Kegiatan direncanakan berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 15 – 17 November 2022.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Utara Beligan Sembiring dalam arahannya menyampaikan bahwa SPIP Terintegrasi sudah tertanam dalam kegiatan sehari-hari untuk mencapai tujuan yang telah ditargetkan. SPIP merupakan suatu kegiatan yang terintegrasi yang dilaksanakan organisasi dalam mencapai tujuan. SPIP mencakup dari lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan pengendalian.

Untuk itu, dengan adanya sosialisasi penilaian mandiri maturitas SPIP Terintegrasi ini, tambah Kaper, RS Kandou dapat terus mengimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-sehari. Hal itu agar tingkat Maturitas Penyelenggaraan SPIP Terintegrasi yang mencakup unsur-unsur SPIP, MRI, IEPK, dan Kapabilitas APIP (SPI) bisa tercapai secara optimal.  

Direktur Utama RS Kandou Jimmy Panelewen menyampaikan apresiasi kepada Kepala Perwakilan dan BPKP Sulut atas respon cepatnya dalam mendukung kegiatan ini. Ia berharap pendampingan dan sosialisasi dari tim BPKP dapat memberikan pemahaman dan menambah kompetensi bagi seluruh pegawai di RS Kandou serta SPIP dapat diimplementasikan dengan baik di RS Kandou.

Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh jajaran Direktur Perencanaan dan BMN, Ketua SPI, Tim SPIP RS Kandou, para dokter, para perawat, jajaran manajemen RS Kandou, serta Korwas Bidang AN Harri Mustari bersama tim BPKP Sulut.

(Kominfo BPKP Sulut/TH)