Tekad Pemkab Bolsel Tingkatkan Tata Kelola Pemerintahan dengan SPIP Terintegrasi

Manado – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan berkomitmen mewujudkan tercapainya keandalan pelaporan keuangan, kegiatan yang efektif dan efisien, pengamanan aset negara, serta ketaatan peraturan perundang-undangan melalui penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi.

“SPIP Terintegrasi harus diterapkan dan juga sebagai momentum penguatan SPIP di Pemkab Bolsel terutama dalam rangka meningkatkan level Maturitas Penyelenggaraan SPIP pada Kabupaten Bolsel”, demikian disampaikan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Selatan Deddy Abdul Hamid membuka kegiatan Coaching Clinic Penilaian Maturitas SPIP Terintegrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, di Hotel Quality Manado pada Kamis (09/06).

Melanjutkan sambutan pembukaannya, Wabup menyampaikan SPIP dapat digunakan sebagai pendeteksi dini penyelenggaraan pengendalian dan pengawasan dalam pemerintahan. Sehingga prosesnya berlangsung secara berkesinambungan dan tidak terpisahkan antar unsur yang terlibat. Sistem pengendalian intern yang baik, tambahnya, dapat mendukung tercapainya tujuan organisasi serta memiliki rancangan yang tepat dalam seluruh aktivitasnya.

Lewat kegiatan ini, Wabup berharap para peserta dapat menambah kompetensi dan wawasan guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta meningkatkan level maturitas di Bolsel.

Tak lupa, ia mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas peran aktif BPKP dalam memberikan arahan dan bimbingan kepada Pemkab Bolsel.

Senada dengan Wabup, Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Utara Beligan Sembiring yang didaulat sebagai narasumber menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Bolsel atas kepercayaan yang telah diberikan kepada BPKP.

Saat ini, setiap pemerintah K/L/D dituntut sudah bisa melakukan penilaian mandiri. Kaper mengatakan SPIP bukan sekedar basic document dan juga formalitas, tetapi SOP yang ada juga harus diterapkan.

“Jangan kira SPIP ini hanya document basic saja, tetapi alurnya sudah benar, SOPnya tentu sudah dilaksanakan”, ungkap Kaper.

Mengenai kapabilitas APIP, tambah kaper, tentunya harus selalu ditingkatkan. Ia menekankan APIP harus selalu memahami prosedur, terus belajar, dan tentunya harus satu langkah di depan.

“Tentu harus ditingkatkan lagi pencegahan korupsinya. Boleh belajar di BPKP bagaimana cara melakukan penilaian mandiri secara aplikasi,” kata Kaper.

Menutup arahannya, ia berharap kegiatan coaching clinic dapat memberikan hasil yang maksimal bagi peserta. Selain itu, BPKP terus berkomitmen memberikan transfer knowledge lewat berbagai kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan kapabilitas seluruh SDM yang ada di Bolsel.

Pembukaan kegiatan diikuti oleh Sekretaris Daerah, Asisten Administrasi Umum, Inspektur Daerah, para kepala dinas, serta hadir sebagai narasumber tim bidang APD Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Utara.

 

(Kominfo BPKP Sulut/TH)