BPKP Sulteng Serahkan 14 Ikhtisar Hasil Pengawasan Tahun 2022

 

Palu (24/1) – Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tengah, Evenri Shombing yang didampingi oleh Koordinator Koordinator Pengawas Bidang P3A, Tumbur P. Simatupang dan Koordinator Pengawas Bidang APD, Iwan Ari Sulistiyono menghadiri Rapat Koordinasi Gubernur dan Bupati/Walikota se-Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di Gedung Polibu Kantor Gubernur Sulawesi Tengah.

Tampak hadir pula dalam rakor tersebut Bupati dan Walikota se-Provinsi Sulawesi Tengah serta pejabat dari instansi vertikal. “Dilihat dari perubahan tahun 2020-2021, seluruh kabupaten/kota mengalami kenaikan Laju Pertumbuhan Ekonomi(LPE) dan secara kumulatif, ekonomi Sulawesi Tengah Triwulan I – Triwulan III 2022 dibandingkan dengan Triwulan I – Triwulan III 2021 tumbuh sebesar 13,83%”  ucap Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi rakor hari ini. Untuk itu Gubernur juga berharap ekonomi Sulteng di tahun 2023 juga dapat bertumbuh. Gubernur juga berkeinginan agar Sulawesi Tengah dapat menjadi penyangga IKN terutama melalui sektor pariwisata.

Dalam kesempatannya, Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Christina Shandra Tobondo mengatakan bahwa tema Rakor hari ini adalah “Orkestra Kolaboratif Pembangunan Melalui Gerak Cepat Menuju Sulawesi Tengah Lebih Sejahtera dan Lebih Maju”. “Agar Pembangunan dapat berjalan terpadu dan seirama, Sulawesi Tengah perlu dipimpin oleh satu komando yaitu oleh Bapak Gubernur” pungkasnya.

Acara juga diselingi dengan penyerahan Ikhtisar Hasil Pengawasan oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tengah kepada Gubernur, dan Bupati/Walikota se-Sulawesi Tengah. BPKP juga memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada Kabupaten Banggai dalam mendorong Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Banggai meraih tingkat Kesehatan Perusahaan Tahun Buku 2021 sebesar 2,97 dengan status “SEHAT”.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tengah, Evenri Sihombing dalam kesempatannya menyampaikan bahwa belanja modal Pemerintah Daerah se-sulteng masih sangat rendah sehingga tidak mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara signifikan sehingga perlu adanya upaya yang serius dalam mendorong Pendapatan Asli Daerah pemda se-sulteng karena rata-rata rasio kemandirian pemda se-sulteng masih sangat rendah. Salah satu cara untuk menggenjot PAD adalah dengan optimalisasi penerimaan perpajakan dan pengelolaan BUMD oleh tenaga-tenaga yang profesional.

 

#HadirdanBemanfaat

 

Kominfo BPKP Sulteng