Hadiri Rakernis Bareskrim Polri, Kepala BPKP Tekankan Risiko Fraud dalam PEN

Description: http://www.bpkp.go.id/public/upload/unit/bali/images/EDD_badung.gifDenpasar (7/5/21) - Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Muhammad Yusuf Ateh didampingi Deputi Kepala BPKP Bidang Polhukam PMK, Iwan Taufiq Purwanto dan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali, Muhammad Masykur hadir dalam acara Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Tahun 2022 dengan tema “Transformasi Penyidik yang Presisi Guna Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional” yang diselenggarakan di The Westin Resort Nusa Dua Bali. Kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat utama Bareskrim Polri, seluruh Direktur Reserse Kriminal Umum, Direktur Reserse Kriminal Khusus, maupun Direktur Reserse Narkoba se-Indonesia.

Muhammad Yusuf Ateh dalam pemaparannya yang berjudul Mengawal Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, menjelaskan tentang peran BPKP dalam mengawal Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). BPKP sejak awal telah memetakan risiko dari setiap program PEN, termasuk risiko fraud-nya. Pemetaan risiko terus menerus diperbarui sesuai dengan perubahan kondisi yang sangat dinamis.

“Karena adanya berbagai pelonggaran untuk mendukung kecepatan, Program PEN semakin rentan akan risiko kecurangan. Karena itu, BPKP memetakan risiko kecurangan Program PEN sejak awal” tegasnya.

Lebih jauh Kepala BPKP mengatakan bahwa BPKP juga mengordinasikan perencanaan dan pelaksanaan pengawasan intern lintas kementerian guna memastikan agar pengawasan tidak tumpang tindih dan seluruh aspek dipastikan telah diawasi. Hasil pengawasan seluruh APIP akan dikonsolidasikan dan selanjutnya dilaporkan kepada Presiden.

Turut hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut Menko Polhukam, Mahfud MD dan Staf Ahli Menteri Keuangan, Made Arya Wijaya. Selain itu, hadir narasumber secara virtual Dirtipidkor Bareskrim, Brigjen Cahyono Wibowo dan pemaparan materi secara taping oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani.