Kaper BPKP Bali Berikan Tips pada Bimtek Penyusunan Penilaian Risiko di BKKBN Bali

Description: http://www.bpkp.go.id/public/upload/unit/bali/images/BimtekSPIP_BKKBN.gifDenpasar (19/4/22) – Untuk memberikan keyakinan yang memadai bagi tercapainya efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan negara, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan, Perwakilan BPKP Provinsi Bali, menyelenggarakan bimbingan teknis Penyusunan Penilaian Risiko dan Rencana Tindak Pengendalian di aula Wacika Perwakilan BKKBN Provinsi Bali. Hadir Kepala Perwakilan Muhammad Masykur didampingi Koordinator Pengawasan Bidang IPP, Agustinus Heri Setiawan dan tim sebagai narasumber

Kegiatan bimtek dibuka oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Ni Luh Gede Sukardiasih. Dalam sambutannya ia berharap dengan kegiatan bimtek ini para peserta dapat memetakan kemungkinan dan dampak terjadinya suatu kejadian yang menghambat pencapaian tujuan atau sasaran organisasi sehingga dapat dilakukan penanganan risiko secara cepat dan tepat.

Pada kesempatan tersebut Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali, Muhammad Masykur mengatakan bahwa SPIP adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus-menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang diselenggarakan secara menyeluruh di lingkungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Untuk itu Pimpinan Instansi Pemerintah wajib melakukan Penilaian Risiko. “Risiko adalah ketidakpastian yang kemungkinan hasilnya akan berakibat tidak diinginkan atau mendatangkan kerugian yang signifikan, Risiko seringkali diungkapkan atau diukur dalam bentuk suatu kejadian atau peristiwa dan dampak atau konsekuensi yang mengikutinya”, jelasnya.

Dalam paparannya Muhammad Masykur memberikan tips bagaimana mengimplementasikan SPIP dalam kegiatan sehari-hari. Implementasi dimulai dari unsur lingkungan pengendalian dengan melaksanakan pengendalian sebagai pondasi paling dasar SPIP, dan pentingnya menjalankan kegiatan tersebut sesuai aturan yang berlaku. Selanjutnya melakukan penilaian risiko. “Identifikasi risiko adalah kegiatan mengidentifikasi apa, mengapa, bagaimana, dan kapan kejadian dapat terjadi atau berulang terjadi,” ungkapnya.

Lebih jauh Kepala Perwakilan mengatakan bahwa yang mengetahui secara rinci risiko yang terjadi setiap kegiatan yang dilakukan adalah para Koordinator dan Sub koordinator, untuk itu pimpinan diharapkan dapat melakukan identifikasi atas risiko yang terjadi pada bidangnya. Langkah berikutnya melakukan analisis risiko kegiatan dan evaluasi rencana dan tindak pengendalian yang diperlukan untuk mengurangi risiko. Rencana tindak pengendalian diperlukan agar kegiatan dilaksanakan dengan baik untuk mencapai tujuan kegiatan dan tujuan instansi. Selanjutnya dilakukan penanganan risiko dan pemantauan atas seluruh rencana tindak pengendalian dan disempurnakan dengan informasi komunikasi.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta dari Sekretaris, para Koordinator Bidang dan seluruh Sub Koordinator di lingkungan Perwakilan BKKBN Provinsi Bali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.