BPKP Kaltim Lakukan Pendampingan PT Pupuk Kaltim Terapkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik

Pada hari Kamis (4/8/2022), Telah dilakukan Exit Meeting Hasil Reviu Atas Prosedur Pelelangan Proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 PT Pupuk Kalimantan Timur bertempat di ruangan Rajawali lantai 3 Gedung PT Pupuk Kalimantan Timur. Hadir pada saat Exit Meeting Kepala Perwakilan Hasoloan Manalu, Korwas AN Prakarsa Panastas T, beserta tim dari bidang AN, sedangkan dari PT PKT, Direktur Operasi & Produksi PKT Hanggara Patrianta, SPV SPI PKT Budi Susilo dan jajaran PT PKT.

Bontang - PT Pupuk Kalimantan Timur sebagai salah satu produsen pupuk nasional memiliki 5 Pabrik Ammonia dan pupuk urea yang sudah berproduksi. Pabrik yang paling tua dibangun adalah Kaltim-1 didirikan pada Tahun 1979. Pada Tahun 2011 PT PKT membangun pabrik baru yaitu Kaltim-5 untuk menggantikan Pabrik Kaltim-1 dan mulai beroperasi pada tahun 2015. Dengan mulai beroperasi Pabrik Kaltim-5 maka Pabrik Kaltim-1 sudah mulai tidak beroperasi.
 
Saat ini Pabrik Kaltim-2 merupakan pabrik tertua di PT PKT yang masih beroperasi sejak Tahun 1985 namun memiliki konsumsi energi yang cukup tinggi. Sehubungan dengan hal tersebut dan kecenderungan harga gas alam yang semakin tinggi, PT PKT berencana melakukan penghematan konsumsi energi/gas alam dengan cara melakukan revamping (modifikasi dan optimalisasi) Pabrik Ammonia Kaltim-2. Proses pelelangan Proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 dilakukan melalui skema pelelangan Engineering Procurement Construction (EPC) yaitu kontraktor EPC akan melakukan pekerjaan mulai dari basic engineering, procurement, construction sampai dengan commissioning dan start-up.
 
Berdasarkan hasil reviu BPKP atas Prosedur Pelelangan Proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 PT Pupuk Kalimantan Timur yaitu pelaksanaan pengadaan jasa Kontraktor EPC termasuk pengadaan jasa penyusunan Basic Engineering Design (BED), PT PKT telah menerapkan tata kelola (governance) dan kepatuhan terhadap peraturan (compliance) secara memadai, namun penerapan manajemen risiko (risk) belum sepenuhnya memadai. Hasil reviu meliputi aspek tata kelola, aspek manajemen risiko, dan aspek kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan untuk Governance Good Corporate.
 
Diakhir kegiatan Kepala Perwakilan menyampaikan, Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen untuk selalu memberikan bantuan pendampingan kepada PT Pupuk Kalimantan Timur, agar semoga kedepannya lebih baik lagi.
 
(Kominfo BPKP Kaltim)