Wujudkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, BUMD Kaltim Tanda Tangani MoU dengan BPKP Kaltim

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Timur Supriyadi didampingi oleh Korwas Bidang Akuntan Negara Prakarsa Panastas Tambunan menandatangani  Nota Kesepahaman tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Pengembangan Manajemen dan Peningkatan Kinerja dengan seluruh BUMD Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam sambutannya, Kaper BPKP Kaltim menyampaikan bahwa salah satu peran BPKP selaku auditor internal adalah melakukan kegiatan yang independen dan objektif dalam bentuk pemberian keyakinan (assurance activities) dan konsultasi (consulting activities), yang dirancang untuk memberi nilai tambah dan meningkatkan operasional sebuah organisasi (auditi).

"Kegiatan ini membantu organisasi (auditi) mencapai tujuannya dengan cara menggunakan pendekatan yang sistematis dan teratur untuk menilai dan meningkatkan efektivitas dari proses manajemen risiko, kontrol (pengendalian), dan tata kelola sektor publik," jelasnya.

Di lain pihak Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim Abu Helmi menyatakan bahwa Pemda Kaltim mendukung komitmen untuk menciptakan profile birokrasi seperti ini, dimana penandatangan nota kesepahaman adalah salah satu langkah guna meningkatkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, yang dibangun untuk menciptakan kepercayaan stakeholder. Perwujudan dari bentuk kerja sama yang baik dari BPKP Kaltim dan Pemerintah Provinsi Kaltim, dimana BPKP senantiasa melaksanakan pendampingan maupun pengawasan khususnya BUMD di provinsi kalimantan timur.

"Dengan dilaksanakannya MoU ini diharapkan BUMD dapat lebih berkomitmen menerapkan Good Corporate Governance (GCG) untuk meningkatkan kinerja perusahaan serta senantiasa mengacu pada pedoman PP No. 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah," ujar Abu Helmi.

Sementara Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Nazrin sekaligus ketua penyelenggara dalam sambutan mengawali acara yang dihadiri oleh Komisaris dan anggota Direksi BUMD Provinsi Kaltim menyatakan:

"Terima kasih kepada Perwakilan BPKP Provinsi Kaltim atas pembinaan serta kerjasama yang telah terjalin dengan baik dan berharap untuk kedepan adanya peningkatan kegiatan seperti percepatan penerapan GCG, penguatan kapabilitas SPI dan kapabilitas SDM," ujarnya.

Selanjutnya Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Timur Supriyadi selaku narasumber dalam kegiatan sosialisasi penerapan manajemen risiko memberikan paparan singkat mengenai penerapan MR.

"Penyelenggaraan manajemen risiko perlu memerhatikan risiko-risiko yang berhubungan dengan tujuan organisasi sebagaimana tertuang dalam dokumen perencanaan. Selanjutnya, atas risiko yang telah dipetakan, perlu dirancang kegiatan-kegiatan untuk mengendalikan risiko termasuk pengomunikasian dan pemantauan atas kegiatan pengendalian tersebut," ungkap Supriyadi.

Acara ditutup dengan paparan Korwas Bidang Akuntan Negara Prakarsa Panastas Tambunan terkait GCG dan Satuan Pengawasan Intern (SPI) serta diskusi panel sharing session mengenai penyelenggaraan SPIP dan penerapan pada BUMD yang disampaikan oleh auditor bidang akuntan negara BPKP Kaltim Silvia Leonara Susanti.

 

(Tim Kominfowas BPKP Kaltim)