KomPAK, Komitmen Inspektorat Kab. Mempawah Pahami Pengelolaan Risiko Korupsi

Mempawah (29/6) – Pentingnya identifikasi dan analisis terhadap risiko terjadinya penyimpangan harus diketahui oleh semua lapisan masyarakat. Melalui kegiatan Masyarakat Pembelajar Anti Korupsi (MPAK), Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat mendorong Inspektorat Kabupaten Mempawah berkomitmen pengelolaan risiko korupsi dengan membentuk Komunitas Pembelajar Anti Korupsi (KomPAK).

“Melalui Focus Group Discussion (FGD) Masyarakat Pembelajar Anti Korupsi (MPAK) ini, diharapkan memberikan nilai tambah dan penguatan wawasan bagi APIP di lingkungan Inspektorat Kabupaten Mempawah dalam menjalankan tupoksi”, demikian disampaikan Inspektur Kabupaten Mempawah Sumanto membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Masyarakat Pembelajar Anti Korupsi (MPAK) pada Selasa, 28 Juni 2022 di Ruang Rapat Lantai I Inspektorat Kabupaten Mempawah.

Senada dengan Inspektur, Koordinator Pengawasan Bidang Investigasi Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat Hisyam Wahyudi juga mengharapkan pelaksanaan FGD ini memberikan gambaran dan pemahaman mengenai pengelolaan risiko korupsi dan merealisasikan rencana pembelajaran anti korupsi melalui pembentukan Komunitas Pembelajar Anti Korupsi (KomPAK).

Dalam kesempatan tersebut, Tim Auditor Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat memaparkan penyusunan Register Risiko Kecurangan (Risk Register) guna memberi gambaran tentang pengidentifikasian risiko serta analisis risiko. Harapannya, APIP pada Inspektorat Kabupaten Mempawah memiliki gambaran tentang skala dan level dari sebuah nilai risiko. Sehingga, ke depannya mereka mampu membuat pengendalian tambahan atas setiap risiko, serta mengurangi dampak yang kemungkinan terjadi akibat fraud.

Peserta pembelajaran yang hadir dalam kegiatan pembelajaran di Lingkungan Inspektorat Kabupaten Mempawah telah dibentuk jaringan pembelajaran melalui media sosial (whatsapp group) berdasarkan data peserta KomPAK dalam rangka memantapkan dan mendukung keberadaan dan keberlanjutan program KomPAK di masa mendatang serta berkomitmen untuk melakukan pengelolaan risiko di lingkungan masing-masing.

Beranjak dari MPAK tahun ini, Inspektur Kabupaten Mempawah menuturkan bahwa arah kebijakan pengembangan MPAK untuk tahun berikutnya adalah fokus pembelajaran berbentuk Coaching Clinic terkait Audit Investigatif dan Tata Cara Penghitungan Kerugian Keuangan Negara sesuai dengan permintaan peserta KomPAK pada saat pelaksanaan diskusi kelompok terarah.

Terkait pelaksanaan MPAK, Tim BPKP berharap Inspektur Kabupaten Mempawah agar merealisasikan rencana kerja pembelajaran KomPAK yang telah disusun sesuai jadwal yang telah ditetapkan baik melalui tatap muka langsung maupun melalui jaringan media sosial yang telah dibentuk.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Irban Wilayah I Soekriadi, Irban Wilayah II Muzani, Irban Wilayah III Rahmad Faiz, Irban Wilayah IV Sobirin, serta seluruh pegawai (Auditor dan PPUPD) di Lingkungan Inspektorat Kabupaten Mempawah.

 

Kominfo BPKP Kalbar Bidang Investigasi/DLF/FW