BPKP DKI Jakarta: “Evaluasi Hambatan Pembangunan Proyek LRT Sebagai Solusi Atasi Permasalahan”

Jakarta (15/3/2022) – Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional mengamanatkan BPKP untuk meningkatkan pengawasan atas tata kelola percepatan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan nasional sering timbul permasalahan yang dapat menghambat kegiatan pembangunan. Permasalahan tersebut dapat disebabkan ego lintas sektoral, perbedaan persepsi mengenai peraturan, atau perbedaan kondisi riil di lapangan dengan kondisi yang dinyatakan di dalam dokumen pengadaan maupun kontrak. Jika permasalahan tersebut tidak terselesaikan, dapat mengakibatkan tercapainya tujuan pembangunan.

Bertempat di ruang rapat Kepala Perwakilan BPKP Provinsi DKI Jakarta,Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi DKI Jakarta Samono, bersama dengan Koorwas Bidang Investigasi 1, Muqorrobin, beserta tim, menerima kehadiran  Direksi PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dan Direksi PT Wijaya Karya (Persero), untuk membahas penyelesaian permasalahan hambatan pembangunan terkait Proyek Light Rail Transit (LRT).

Terkait hal tersebut BPKP DKI Jakarta  melaksanakan Evaluasi Hambatan Kelancaran Pembangunan yang bertujuan untuk menghasilkan alternatif solusi yang dapat digunakan pihak-pihak terkait, dalam hal ini PT Jakarta Propertindo dan PT Wijaya Karya (Persero) untuk memutuskan penyelesaian yang menghambat kegiatan pembangunan.

Dalam pertemuan juga dibahas terkait tindak lanjut pelaksanaan atas alternatif solusi penyelesaian permasalahan yang telah disepakati kedua belah pihak pada saat pelaksanaan penugasan Evaluasi Hambatan Kelancaran Pembangunan pada Tahun 2019.

<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-ID X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;} </style>

 

<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-ID X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>