AUDITOR MERUPAKAN AGENT OF CHANGE DI ERA DIGITALISASI

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jambi Sueb Cahyadi menjadi narasumber dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Konstruksi Model Peran Auditor Internal Pemerintah berbasis Digitalisasi dengan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) dan The Theory of Planned Behavior (TPB) yang dibuka oleh Dr. Yudi Wakil Dekan Bidang Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Senin (21/11).

Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk menggali informasi dari hasil sharing praktik baik atau best practice dari para Narasumber dalam menghadapi situasi terkini terutama peran Auditor dalam beradaptasi dengan teknologi. FGD ini diikuti oleh Inspektorat Provinsi Jambi, Inspektorat Kota Jambi, Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi, Inspektorat Kabupaten Batang Hari, Satuan Pengawas Internal (SPI) Universitas Jambi, SPI Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan para akademisi.

Dari hasil FGD ini diharapkan dapat memberikan masukan terhadap penelitian yang dilakukan oleh Dr. Sri Rahayu selaku Lektor Kepala di Jurusan Akuntansi FEB, Bidang Keilmuan Auditing dan Akuntansi Sektor Publik Universitas Jambi.

Pandemi Covid-19 berdampak secara ekonomi, sosial, budaya, cara kerja dan pola hubungan antar individu. Kebijakan Pemerintah untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga lockdown, hal ini mendorong manusia harus siap menerima perubahan, demikian juga dengan Pemerintah dan dunia pengawasan. Auditor di tuntut harus bisa meningkatkan inovasi dengan situasi yang terbatas. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi yaitu penggunaan bantuan aplikasi untuk melaksanakan pengawasan.

Perubahan ke era digitalisasi dapat menjadi katalisator dan leverage untuk sistem kerja yang lebih cepat, efisien dan efektif. Auditor BPKP telah menerapkan pengawasan secara digitalisasi pada pengawasan P3DN dan Program vaksinasi. Dalam era Informasi Teknologi ini, auditor harus menjadi agent of change dan siap menerima perubahan kompetensi.

Selain itu, Sueb Cahyadi juga menyampaikan bahwa semakin sederhana sebuah aplikasi, maka semakin user friendly dan mudah diterima pengguna. Namun, sebuah aplikasi atau platform tidak dapat sempurna dalam satu waktu sehingga dalam perkembangannya harus terus dibangun dan disempurnakan.

“SDM pemerintahan harus dibiasakan untuk menggunakan IT dalam bekerja, Auditor termasuk kelompok PNS yang paling siap menerima perubahan kompetensi dan menjadi agents of change,” tutup Sueb Cahyadi.

Ir. Ainul Irfan Inspektur Pembantu Wilayah II Inspektorat Daerah Provinsi Jambi mengatakan Peran APIP selaku Auditor Internal Pemerintah kini semakin vital dan signifikan karena efek Industri 4.0 yang mempengaruhi sistem dan dinamika aktivitas audit.

“APIP harus professional, inovatif dan tidak takut gagal dengan tetap mengedepankan integritas, obyektivitas, dan profesionalisme. Perkembangan teknologi merupakan peluang untuk melakukan inovasi di bidang pengawasan melalui pembangunan sistem perencanaan pengawasan sampai pelaporan,” ujar Ainul Irfan.

Ainul Irfan juga mengatakan Inspektorat Provinsi Jambi terus bekerja sama dengan Pusdiklatwas BPKP untuk meningkatkan kemampuan Auditor. Inspektorat di dorong untuk proses digitalisasi dan ini merupakan tantangan dan strategi APIP dalam penerapaan teknologi.

Dr. Sri Rahayu menyampaikan paradigma Auditor internal yang mengalami beberapa pergeseran, jika sebelumnya paradigma lama Auditor fokus pada kelemahan/penyimpangan(watch dog)kini fokus pada penyelesaian yang konstruktif dan melakukan pendekatan secara preventif (mencegah masalah).

Transformasi dari para pelaksana juga berdampak pada tuntutan transformasi peran Auditor internal. Kemampuan untuk audit, monev, review berbasis IT bukan hanya tugas auditor bidang IT saja, tetapi semua auditor dalam penugasan telah dituntut menggunakan basis IT.

“Penugasan pengawasan yang diterima Auditor internal tidak lagi hanya mandatory dalam Program Kerja Pengawasan Tahun (PKPT) tetapi telah bertambah dengan penugasan lainnya,” ungkapnya.