PENYAKIT MULUT DAN KAKI DI JAMBI

Penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak telah menyebar ke banyak daerah di Indonesia. Statusnya sudah darurat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menetapkan Status Keadaan Tertentu Darurat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak melalui SK Kepala BNPB No. 47 Tahun 2022. Status ini berlaku sd 31 Desember 2022.

Penanganan penyakit mulut dan kuku di Provinsi Jambi dilakukan secara terpadu dengan melibatkan OPD Teknis, BPKP, Polda, Korem 042/Garuda Putih, Kejati, Karantina Pertanian,  dan Stakeholder lainnya dalam satu wadah Satgas Penanganan PMK yang dibentuk dengan SK Gubernur tg 15 Juli 2022. Para Kadis Peternakan diminta melaporkan setiap hari perkembangan data penanganan PMK pada aplikasi Isikhnas. Pemprov juga menyediakan nomor hotline untuk masyarakat melaporkan kasus PMK, yaitu di nomor 082179313313.

Kasus PMK di Jambi ditemukan pertama kali tanggal 13 Mei. Sampai tanggal 18 Juli 2022 terdapat 1.764 ternak yang sakit dan sembuh 1.250. Vaksinasi telah terlaksana sebanyak 4.900 dosis. Ternak yang mati 1 ekor, dipotong bersyarat 30 ekor dan yang masih sakit 443 ekor. Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo sementara ini 0 kasus.

Untuk mempercepat penurunan paparan PMK memang perlu kerja sama dan dukungan dari stakeholders. BPKP berperan memetakan risiko, pendampingan tata kelola anggaran/ keuangan/ kegiatan, dan melakukan monev.

Rapat Satgas Penyakit Mulut dan Kuku ini di pimpin oleh Sekda Provinsi Jambi Sudirman, Selasa (19/7). Dihadiri oleh anggota Satgas dan Para Kepala Dinas serta Pejabat dari Kementerian Pertanian yang hadir secara online.


Semoga PMK segera berlalu dan peternak serta masyarakat Jambi tidak terkena dampak yang serius.

 

(FB Sueb Cahyadi)