DUKUNG PENURUNAN ANGKA STUNTING, BPKP JAMBI SIAPKAN PROGRAM PENGAWASAN

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jambi Sueb Cahyadi menerima kunjungan Inspektur Wilayah 1 BKKBN RI MV Cinggih Widanarto dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi Munawar Ibrahim, Jumat (13/5). Cinggih Widanarto menyampaikan bahwa kunjungannya ke Perwakilan BPKP Jambi ini sebagai ajang silaturahmi, selain itu juga koordinasi sehubungan dengan program evaluasi stunting yang akan dilaksanakan oleh BPKP.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jambi Sueb Cahyadi yang didampingi Korwas Bidang IPP Putut Wityasmoro dan Korwas Bidang APD Muzakkir dalam pertemuan ini menyatakan siap mendukung program evaluasi stunting ini. Bahkan pihaknya juga akan memberikan atensi pada Pemerintah Daerah yang tidak melaksanakan program percepatan penurunan stunting oleh BKKBN. Karena permasalahan stunting ini menjadi program prioritas nasional yang perlu di kawal bersama-sama.

Berdasarkan hasil dari Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) menunjukkan bahwa angka stunting Indonesia sebesar 27,67 % pada tahun 2019, angka ini masih dinilai tinggi, mengingat WHO menargetkan angka stunting tidak boleh lebih dari 20 persen. Presiden Indonesia menargetkan angka stunting turun menjadi 14 % di tahun 2024.

“Stuntingitu pasti bertubuh pendek, sementara yang bertubuh pendek belum tentu stunting,” ujar Cinggih Widanarto. Selain itu, Cinggih mengingatkan pentingnya menyiapkan kesehatan yang prima sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.Stuntingdisebabkan oleh beberapa hal, salah satu menjadi penyebab anak stunting adalah kesehatan pasangan. Maka dari itu perlu dilakukannya prakonsepsi.

Munawar Ibrahim juga menambahkan, calon pengantin wanita harus memperhatikan standar angka hemoglobin dan juga tidak melakukan diet ketat. Sedangkan untuk calon pengantin laki-laki harus mempersiapkan sperma yang berkualitas 72 hari sebelum pernikahan, dengan makan makanan bergizi dan melakukan pola hidup sehat.

Oleh karena itu, BKKBN sudah meluncurkan program siap nikah dan kedepannya calon pasangan usia subur atau calon pengantin harus mendaftarkan hari pernikahannya tiga bulan sebelumnya. Calon pengantin akan diminta untuk mengisi platform yang berisikan penilaian status gizi dan kesiapan untuk hamil guna mencegah stunting. Platform sedang disiapkan secara bersama-sama oleh BKKBN dan Kementerian Agama.

Korwas Bidang IPP Putut Wityasmoro mengatakan bahwa perlu diadakannya sosialiasi mengenai pencegah stunting ini kepada masyarakat, mengingat belum banyak yang mengetahui faktor-faktor pencegah stunting ini. Putut juga berharap agar BKKBN Provinsi Jambi dapat memberikan sharing session kepada pegawai Perwakilan BPKP Provinsi Jambi karena pentingnya informasi ini dan dapat bermanfaat bagi pegawai maupun keluarga.