BPKP JAMBI MEMBERIKAN NILAI 90,255 (SANGAT BAIK ) ATAS TATA KELOLA PERUSAHAAN DI PTPN VI

Perwakilan BPKP Provinsi Jambi melaksanakan exit meeting pelaksanaan assesment penerapan GCG tahun 2021 pada PT Perkebunan Nusantara VI, bertempat di Kantor PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VI, Jumat (22/4).

Diawali dengan sambutan dari perwakilan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) selaku Pemegang Saham Ibu Imelda Alini Pohan secara daring mengatakan dalam pelaksanaan assessment GCG seluruh Indonesia terjadi peningkatan secara menyeluruh dalam penerapan GCG di seluruh anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara (Persero) grup yang sejalan dengan transformasi dan adanya perubahan.

Imelda juga mengatakan pihaknya sedang mengembangkan aplikasi digitalisasi dokumen assesment GCG untuk dapat merekam bukti pemenuhan unsur penerapan tata kelola perusahaan yang baik di lingkungan PTPN Group.

Komisaris Utama PT Perkebunan Nusantara VI, Cheery Pramoedito Sarwono yang juga mengikuti acara ini secara daring mengucapkan terima kasih kepada Perwakilan BPKP Provinsi Jambi yang telah membimbing untuk perkembangan PTPN VI menjadi lebih baik lagi dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Beliau juga berpesan kepada jajaran di PTPN VI untuk dikemudian hari lebih teliti dan dalam pekerjaannya lebih memperhatikan aspek-aspek GCG.

Hadir dalam acara ini Direktur PT Perkebunan Nusantara VI, Iswan Achir mengatakan untuk area yang masih menjadi perhatian akan dilakukan perbaikan pada periode penilaian tahun selanjutnya.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jambi yang dalam hal ini diwakili oleh Baniyah Sutarti selaku Koordinator Pengawasan Bidang Akuntan Negara Perwakilan BPKP Provinsi Jambi dalam paparannya menyampaikan hasil assesment yang dilakukan oleh Perwakilan BPKP Provinsi Jambi pada Tahun 2022 untuk periode yang dinilai adalah Tahun 2021 PT. Perkebunan Nusantara VI mendapatkan skor 90,255 dengan predikat "sangat baik".

Pada kesempatan tersebut, Baniyah memberikan advice untuk perbaikan AOI PTPN VI, salah satunya adalah agar PTPN VI melakukan reviu (assessment)berkala dilakukan untuk menilai kepatuhan terhadap charter audit internal, standar dan kode etik dan efisiensi serta efektivitas dari Fungsi Audit Internal dalam memenuhi kebutuhan dari berbagai stakeholders-nya. Assessment yang dilakukan oleh assessor independen sekurang-kurangnya sekali dalam 5 (lima) tahun.

Selain itu, Baniyah juga memberikan apresiasi kepada PTPN VI atas perbaikan yang sudah dilakukan dalam hal penerapan GCG dan penghargaan-penghargaan nasional yang di terima oleh PTPN VI.

Acara diakhiri dengan penyerahan Hasil Assessment GCG Tahun 2021 PT Perkebunan Nusantara VI dilakukan oleh Koordinator Pengawasan Bidang Akuntan Negara Perwakilan BPKP Provinsi Jambi kepada Direktur PT Perkebunan Nusantara VI.