Pentingnya Audit Kinerja Berbasis Risiko Pada Polda Riau

Di hadapan  150 peserta Rakerwas, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya I. E mengatakan dengan terlaksananya Rakerwas ini bertujuan bisa mengawal dua kegiatan penting di tahun 2020 yakni pilkada serentak dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya I.E berharap melalui Rakerwas ini kinerja aparatur pengawasan akan lebih baik kedepannya dalam bertugas di tahun 2020."Kalau tahun lalu mungkin masih ada kekurangannya, ada temuannya, tentu rekan-rekan semuanya para pengawas yang hadir dalam rakerwas ini akan meningkatkan kemampuan dibidang pengawasan”, ujar Agung.

 

Kapolda Riau menekankan pengawasan ini untuk memotivasi bahwa organisasi Polri semakin baik kedepan. "Jangan datangnya pengawas membuat takut, kalau membuat takut semua disembunyiin akhirnya kemudian tidak ditemukanlah permasalahan utamanya, kemudian kita melihat kulit-kulitnya, kontribusi kita kepada masyarakat juga harus nyata bukan dikertas saja, berawal dari anggaran yang kita kelola dari biaya biaya operasional kita harus bisa menunjukkan kontribusi yang nyata kepada kemajuan Provinsi Riau ini," pungkas Agung.

Korwas IPP Petrus Ngorantutul mewakili Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Riau yang didaulat sebagai narasumber pada Rakerwas Itwasda Polda Riau Tahun 2020 mengatakan dengan adanya audit kinerja berbasis risiko maka semua auditor dan pelaksana pengawas dituntut harus mengerti proses bisnis dari audit yang akan dilakukan. “jangan sampai kita masuk tapi tidak mengerti apa yang akan di audit” ujar petrus.

Disamping itu Petrus juga mengatakan bahwa SPIP sangat penting untuk pencapaian efektivitas dan efisiensi operasional, pengamanan aset serta pelaporan keuangan yang akuntabel.  Selain itu Petrus menekankan bahwa APIP minimal harus level 3 karena dengan berada di level 3 berarti APIP sudah bisa membuat perencanaan audit berbasis risiko.

Di akhir paparan Petrus menyampaikan yang paling penting pada tahapan proses pelaksanaan Audit Internal Berbasis Risiko adalah memahami proses bisnisnya terlebih dahulu lalu memahami risiko mengenai proses bisnisnya sampai pada tahap ke identifikasi isu-isu utama dan penyusunan laporan hasil audit.

(Tim Kominfo BPKP Riau)