Dukung Penurunan Stunting, BPKP Jambi Siapkan Program Pengawasan

.

JAMBI (13/5/2022) - Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jambi Sueb Cahyadi menerima kunjungan Inspektur Wilayah 1 BKKBN RI MV Cinggih Widanarto dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi Munawar Ibrahim. Cinggih berkoordinasi sehubungan dengan program evaluasi stunting yang akan dilaksanakan oleh BPKP.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jambi Sueb Cahyadi yang didampingi Korwas Bidang IPP Putut Wityasmoro dan Korwas Bidang APD Muzakkir dalam pertemuan ini menyatakan siap mendukung program evaluasi stunting ini. Bahkan, pihaknya juga akan memberikan atensi pada Pemerintah Daerah yang belum melaksanakan program percepatan penurunan stunting oleh BKKBN sebab permasalahan stunting ini menjadi program prioritas nasional yang perlu dikawal bersama.

Hasil dari Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) menunjukkan bahwa terjadi penurunan angka stunting berada sebesar 27,67 % pada tahun 2019. Meski angka stunting ini menurun, namun angka tersebut masih dinilai tinggi, mengingat ambang target WHO atas angka stunting tidak boleh lebih dari 20 persen. Bahkan awal tahun 2021, Pemerintah Indonesia menargetkan angka stunting turun menjadi 14% pada tahun 2024.

“Stunting itu pasti bertubuh pendek, sementara yang bertubuh pendek belum tentu stunting,” ujar Cinggih Widanarto. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menyiapkan kesehatan yang prima sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. "Stunting disebabkan oleh beberapa hal, namun hal utama yang sering menjadi penyebab anak stunting adalah kesehatan pasangan. Maka dari itu perlu dilakukannya prakonsepsi," lanjutnya.

Munawar Ibrahim juga menambahkan, calon pengantin wanita harus memperhatikan standar angka hemoglobin dan juga tidak melakukan diet ketat. Sedangkan calon pengantin laki-laki, harus mempersiapkan sperma yang berkualitas 75 hari sebelum pernikahan, dengan makan makanan bergizi dan melakukan pola hidup sehat.

Oleh karena itu, BKKBN sudah meluncurkan program siap nikah dan kedepannya calon pasangan usia subur atau calon pengantin harus mendaftarkan hari pernikahannya tiga bulan sebelumnya. Calon pengantin akan diminta untuk mengisi platform yang berisikan penilaian status gizi dan kesiapan untuk hamil guna mencegah stunting. Platform sedang disiapkan secara bersama-sama oleh BKKBN dan Kementerian Agama.

Korwas Bidang IPP Putut Wityasmoro mengatakan bahwa perlu diadakannya sosialiasi mengenai pencegah stunting ini kepada masyarakat, mengingat belum banyak yang mengetahui faktor-faktor pencegah stunting ini, Putut juga berharap agar BKKBN Provinsi Jambi dapat memberikan sharing session kepada pegawai Perwakilan BPKP Provinsi Jambi karena pentingnya informasi ini dan dapat bermanfaat bagi pegawai maupun keluarga.

(Kominfo BPKP Jambi)