BPKP Aceh Mengawali APPD Sektor Perikanan

Sinabang - Nilai Tukar Nelayan, jumlah produk perikanan tangkap dan perikanan budidaya diharapkan meningkat dari tahun pertama sampai dengan tahun terakhirnya periode RPJMK Kabupaten Simeulue 2017 - 2022 yang dapat menggambarkan tercapainya tujuan program pengembangan perikanan di Kabupaten Simeulue.

Demikian disampaikan PEN Korwas APD BPKP Aceh saat berdiskusi dengan Idaswati Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Simeulue, pada hari Senin 27 Juni 2022 di Sinabang. BPKP Aceh akan mengawal program pengembangan perikanan pada pemda-pemda di wilayah Aceh, karena merupakan sektor yang berkontribusi secara signifikan atas PDRB Aceh. Dari data BPS Kab Simeulue, menunjukkan sektor pertanian menjadi kontributor utama PDRB pada harga konstan, dengan pendekatan LQ, Shift Share Analysis, dan Klassen Analysis.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Simeulue menyambut baik rencana evaluasi BPKP atas program pengembangan perikanan, terlebih lagi dengan terbitnya Undang Undang No. 23 Tahun 2015 tentang Pemerintahan Daerah, yang memberi dampak beberapa aset utama penunjang program perikanan menjadi tidak produktif setelah dilimpahkan ke Pemerintah Provinsi.

Dalam kesempatan ini, Tim BPKP dipimpin M. Fahruddin Lubis, melakukan observasi fisik dua bangunan cold storage masing-masing berkapasitas 80 ton dengan kondisi tidak dimanfaatkan dan 100 ton yang dikelola PT. Perindo. Keberadaan cold storage ini menopang peningkatan produksi perikanan tangkap untuk kebutuhan eksport dan kebutuhan lokal Indonesia. Oleh karenanya, Pemerintah Kab Simeuleu sedang bernegosiasi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi agar bisa mengelola 2 buah cold storage.

 

(Kominfo BPKP Aceh)