Produk Akuntan Negara
  • Audit Umum atas Laporan Keuangan

Proses audit terhadap laporan keuangan badan usaha, yang terdiri atas neraca, laporan laba (rugi), laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan dengan tujuan untuk memberikan pendapat atas kewajaran penyajian laporan keuangan sesuai dengan standar yang berlaku.

Audit Umum atas Laporan Keuangan dilaksanakan berdasarkan permintaan stakeholder, sesuai dengan corporate governance yang berlaku pada masing-masing badan usaha.

Mitra Kerja:

  1. PDAM Tirta Nauli, Sibolga
  2. PDAM Tirta Uli, Siantar
  3. PDAM Tirta Bina, Labuhan Batu
  4. PDAM Tirta Kualo, Tanjung Balai
  5. PDAM Tirta Bina Bulian, Tebing Tinggi
  6. PDAM Tirta Sari, Binjai
  7. PDAM Tirta Wampu, Langkat
  8. PDAM Tirta Nciho, Dairi
  • Audit atas Laporan Kinerja Badan Usaha

Telah terjadi perkembangan sistem kegiatan penilaian atas pencapaian kinerja badan usaha pada periode tertentu dan memberikan rekomendasi perbaikan dalam upaya peningkatan kinerja badan usaha.

Audit kinerja badan usaha dilaksanakan berdasarkan mandat yang diberikan pemerintah RI kepada BPKP, maupun permintaan BUMD yang bersangkutan yang antara lain mengamanatkan tugas melakukan evaluasi  terhadap akuntabilitas badan usaha milik negara maupun badan usaha milik daerah maupun permintaan BUMN/D yang bersangkutan.

Mitra Kerja:

 

  1. PDAM Tirta Nadi, Medan
  2. PDAM Tirta Nauli, Sibolga
  3. PDAM Tirta Uli, Siantar
  4. PDAM Tirta Bina, Labuhan Batu
  5. PDAM Tirta Kualo, Tanjung Balai
  6. PDAM Tirta Bina Bulian, Tebing Tinggi
  7. PDAM Tirta Sari, Binjai
  8. PDAM Tirta Nciho, Dairi
  9. PDAM Tirta Lihou, Simalungun
  10. PDAM Tirta Malem, Karo
  11. PDAM Tirta Deli, Deli Serdang
  12. PDAM Mual Na Tio, Tapanuli Utara
  13. PDAM Tirta Silaupiasa,Asahan 
  14. PDAM Tirta Wampu, Langkat

     

  15.  

 

  • Good Corporate Governance (GCG)

Kegiatan pengembangan GCG yang dilaksanakan oleh Perwakilan BPKP Sumatera Utara meliputi :

  1. Asistensi  Corporate Governance

Pemberian Jasa Konsultasi dalam penyusunan infrastruktur Good Corporate Governance  pada Badan Usaha yang bersangkutan.

 Asistensi Corporate Governance  meliputi :

  1. Penyusunan Kebijakan GCG yang meliputi :
  2. Kebijakan GCG Perusahaan (Code of Corporate Governance)
  3. Pedoman Pelaksanaan Komisaris dan Direksi (Board’s Manual)
  4. Etika Bisnis dan Perilaku (Code of Conduct)
  5. Piagam SPI (Internal Audit Charter)
  6. Piagam Komite Audit
  7. Internalisasi Kebijakan GCG

Mitra Kerja :

  1. Bank SUMUT
  2. PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)
  3. PDAM Tirtanadi
  4. PT Perkebunan Nusantara II (Persero)
  5. PT Perkebunan Nusantara III (Persero)
  6. PT Perkebunan Nusantara IV (Persero)
  7. PT Kawasan Industri Medan (Persero)

 

  1. Evaluasi Penerapan Good Corporate Governance (GCG)

Evaluasi Penerapan GCG bertujuan untuk :

  1. Melakukan pengukuran dan pengujian atas penerapan GCG berupa gambaran kondisi secara umum perusahaan sebagai informasi / masukan bagi Pemegang Saham, Dewan Komisaris, dan Direksi dalam pengambilan keputusan penting menyangkut penerapan GCG di masa yang akan datang.
  2. Memberikan gambaran tentang pengelolaan GCG perusahaan mencakup aspek yang diuji dengan hasil mendekati atau mencapai praktik terbaik (best practices) dan penerapan yang memerlukan peningkatan atau area of improvement berikut rekomendasi perbaikannya.
  3. Asistensi tindak lanjut atas area of improvement untuk mencapai best practise.

Mitra Kerja :

a)  PT Perkebunan Nusantara II (Persero)

b)  PT Perkebunan Nusantara III (Persero)

c)   PT Perkebunan Nusantara IV (Persero)

d)  PT Kawasan Industri Medan (Persero)

 

 

  • Performance Assessment Technique(PAT)

Tuntutan dunia usaha dan masyarakat akan komitmen peningkatan kinerja membuat manajemen  pada suatu perusahaan atau entitas harus mengambil langkah antisipasi yang tepat ke arah tersebut. Untuk itu, penting bagi manajemen untuk mengetahui seberapa jauh pencapaian kinerja entitas tersebut jika dibandingkan dengan target atau benchmark yang telah ditentukan. Informasi ini tentunya sangat berguna bagi peningkatan kinerja entitas tersebut secara terus-menerus. Kegagalan suatu entitas sebagian besar adalah karena tidak digunakannya proses pengukuran yang tepat untuk mengetahui pencapaian strategi dan target kinerjanya.

Peningkatan kinerja yang tepat mengharuskan berbagai perspektif penting dapat dicakup sehingga dalam proses pengambilan keputusan untuk perbaikan kinerja tidak terjadi salah arah (misleading).  Kami memandang bahwa salah satu metode yang tepat untuk melaksanakan hal tersebut adalah dengan melakukan Implementasi KPI menggunakan Balanced Scorecard dalam Perusahaan bagi manajemen dan karyawan yang bergerak dalam berbagai sektor industri.

Lingkup Kerja PAT antara lain :

  1. Penyusunan Corporate Plan danBussiness Plan (RJPP dan RKAP)
  2. Penyusunan KPI Korporat dan Individu
  3. Penyusunan Action Plan
  4. Penyusunan SOP Penunjang (Pengadaan Barang dan Jasa, Penilaian Kinerja Pegawai)

 

  • Asistensi SIA dan Billing System PDAM

Tujuan Kegiatan
Terciptanya aplikasi sistem informasi akuntansi (SIA) yang terintegrasi di mana di dalamnya mencakup billing system, pencatatan piutang, pencatatan persediaan, pencatatan aktiva tetap, dan akuntansi yang dapat mendukung pengambilan keputusan.

Sasaran/Hasil yang Diharapkan

  1. Sistem Informasi Akuntansi akan menghasilkan output berupa pelaporan atas seluruh transaksi keuangan perusahaan dan disajikan dalam bentuk laporan keuangan yaitu, Neraca Perusahaan, Laporan Rugi Laba dan Laporan Arus Kas. SIA yang dirancang secara sistematis dan mengadopsi teknologi informasi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam melakukan pencatatan transaksi dan menyajikan informasi yang akurat serta tepat waktu.
  2. Sistem Informasi Aktiva Tetap dan Persediaan yang telah terkomputerisasi dan terintegrasi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Sistem Informasi Akuntansi, akan menghasilkan laporan-laporan pendukung bagi laporan keuangan PDAM, berupa rincian-rincian persediaan dan aktiva tetap.
  3. Dengan implementasi Billing System yang terkomputerisasi dan terintegrasi maka diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam melakukan pencatatan, pengolahan data transaksi serta menyajikan informasi yang akurat serta tepat waktu. Hal ini sangat memungkinkan karena billing system telah disusun sedemikian rupa sehingga dapat menangani transaksi secara on-line, bahkan data yang ada dapat digunakan untuk informasi tagihan rekening air minum lewat telepon maupun transaksi on-line lewat ATM.

Mitra Kerja yang telah bekerja sama:

  • PDAM Tirta Nauli Kota Sibolga
  • PDAM Tirta Uli, Siantar (SIA PDAM)
  • PDAM Tirta Kualo, Tanjung Balai (SIA PDAM)

 

  • Asistensi Penyusunan Pedoman Manajemen Risiko

Asistensi penyusunan pedoman kebijakan manajemen risiko merupakan jasa konsultasi manajemen risiko untuk membantu perusahaan menyusun pedoman kebijakan manajemen risiko. Pedoman kebijakan manajemen risiko dipakai sebagai kebijakan, panduan umum, prosedur, dan instruksi kerja dalam menerapkan manajemen risiko. Hasil asistensi penyusunan pedoman kebijakan manajemen risiko ini adalah berupa pedoman kebijakan manajemen risiko yang terdiri dari pernyataan komitmen manajemen risiko perusahaan, pedoman umum manajemen risiko, prosedur manajemen risiko, instruksi kerja manajemen risiko, dan formulir manajemen risiko.

Mitra Kerja yang telah bekerja sama :

PT Perkebunan Nusantara IV (Persero)

 

  • Asistensi Risk Assessment

Asistensi Risk Assessment merupakan jasa konsultasi manajemen risiko untuk membantu menyusun peta atau profil risiko perusahaan. Kegiatan ini dilakukan dengan cara memahami bisnis perusahaan, mengidentifikasi risiko, menganalisis/mengukur risiko yang teridentifikasi, dan menentukan prioritas risiko. Hasil risk assessment adalah Profil Risiko yaitu gambaran risiko yang dihadapi oleh perusahaan dan urutan prioritasnya sesuai dengan level risiko. Level risiko diperoleh dari perkalian antara likelihood dan konsekuensi masing-masing risiko. Hasil risk assessment ini selain bermanfaat untuk menentukan risiko yang menjadi prioritas untuk ditangani, juga sebagai dasar dalam menyusun Kebijakan manajemenrisiko perusahaan.

Mitra Kerja yang telah bekerja sama :

  • PT Perkebunan Nusantara II(Persero)
  • PT Perkebunan Nusantara IV(Persero)
  • Survei Kepuasaan Pelanggan

Kegiatan Survei Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfication Survey) adalah untuk :

  1. Mengetahui persepsi dan harapan pelanggan terhadap kinerja pelayanan perusahaan,
  2. Mengukur tingkat kepuasan pelanggan dan memperoleh masukan dari para responden,
  3. Masukan bagi manajemen dalam menyelaraskan sasaran dan kegiatannya dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan,
  4. Masukan bagi manajemen dalam rangka merumuskan rencana aksi (action plan) untuk peningkatan kinerja perusahaan

 

Mitra kerja :

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)

 

  • Penyusunan Kebijakan Sistem Pengendalian Internal

 

  • Sosialisasi BLUD

Tujuan : memberikan gambaran kepada Pihak Rumah Sakit mengenai manfaat PPK BLUD, persyaratan-persyaratan RSUD dalam rangka pengajuan menjadi BLUD.

Mitra Kerja: RSUD Kabanjahe dan RSUD Deli Serdang.

Selain itu, BPKP Provinsi Sumatera Utara juga menjadi nara sumber  dalam Pengelolaan BLUD yang dihadiri oleh pengelola keuangan Rumah Sakit atau yang mewakili se Provinsi Sumatera Utara di Hotel Antares Medan.

 

  • Jasa Lainnya

 

  1. Audit dengan Tujuan Tertentu dengan Ruang Lingkup Clearance Asset

Tujuan audit adalah untuk meyakini, bahwa :

a.     Aset Tetap yang disajikan dalam laporan keuangan perusahaan dan aset yang belum tercatat yang dinyatakan dalam dokumen resmi perusahaan benar-benar ada dan merupakan hak milik perusahaan (Existence and Ownership).

b.     Pencatatan dan klasifikasi seluruh aset yang dimiliki, dikuasai dan dimanfaatkan oleh perusahaan telah dilakukan secara tepat dan lengkap (Accuracy and Completeness).

c.     Aset Tetap telah dinilai sesuai dengan Prinsip-prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum (Valuation).

d.    Pengungkapan Aset Tetap telah memadai (Disclosure).

 

Sasaran audit adalah mendukung:

a.   Terciptanya tertib administrasi serta kejelasan status Aset Tetap

b.   Tersajinya data Aset Tetap produktif/non produktif sebagai dasar optimalisasi pemanfaatan aset.

c.   Terbangunnya sarana guna penyempurnaan pengelolaan Aset Tetap perusahaan.

Mitra Kerja :

  1. PT Angkasa Pura II (Persero)
  2. PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)

 

2. Audit atas Bantuan Pemerintah Yang Belum Ditetapkan Statusnya (BPYBDS)

 Tujuan : Untuk memberikan pendapat atas dasar hukum, keberadaan dan nilai wajar dari aset yang akan diserahkan Pemerintahkepada BUMN/D  dalam bentuk Penyertaan  Modal  Pemerintah (PMN).

Mitra Kerja : PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)

 

 

3. Evaluasi KSO

1) Antara PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) dengan PT Metito mengenai pengelolaan air minum

Tujuan : Untuk memberikan gambaran mengenai KSO yang menjadi salah satu pertimbangan dalam menyelesaikan masalah dengan PT Metito.

2) Antara PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) dengan PT Trans Utama Karya (TUK) mengenai CC 04

Tujuan : Untuk memberikan gambaran yang menjadi salah satu pertimbangan mengenai KSO dalam rangka pengambilan keputusan oleh PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) 



Share