Proses audit terhadap laporan keuangan badan usaha, yang terdiri atas neraca, laporan laba (rugi), laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan dengan tujuan untuk memberikan pendapat atas kewajaran penyajian laporan keuangan sesuai dengan standar yang berlaku.
Audit Umum atas Laporan Keuangan dilaksanakan berdasarkan permintaan stakeholder, sesuai dengan corporate governance yang berlaku pada masing-masing badan usaha.
Mitra Kerja:
Telah terjadi perkembangan sistem kegiatan penilaian atas pencapaian kinerja badan usaha pada periode tertentu dan memberikan rekomendasi perbaikan dalam upaya peningkatan kinerja badan usaha.
Audit kinerja badan usaha dilaksanakan berdasarkan mandat yang diberikan pemerintah RI kepada BPKP, maupun permintaan BUMD yang bersangkutan yang antara lain mengamanatkan tugas melakukan evaluasi terhadap akuntabilitas badan usaha milik negara maupun badan usaha milik daerah maupun permintaan BUMN/D yang bersangkutan.
Mitra Kerja:
|
|
Kegiatan pengembangan GCG yang dilaksanakan oleh Perwakilan BPKP Sumatera Utara meliputi :
Pemberian Jasa Konsultasi dalam penyusunan infrastruktur Good Corporate Governance pada Badan Usaha yang bersangkutan.
Asistensi Corporate Governance meliputi :
Mitra Kerja :
Evaluasi Penerapan GCG bertujuan untuk :
Mitra Kerja :
a) PT Perkebunan Nusantara II (Persero)
b) PT Perkebunan Nusantara III (Persero)
c) PT Perkebunan Nusantara IV (Persero)
d) PT Kawasan Industri Medan (Persero)
Tuntutan dunia usaha dan masyarakat akan komitmen peningkatan kinerja membuat manajemen pada suatu perusahaan atau entitas harus mengambil langkah antisipasi yang tepat ke arah tersebut. Untuk itu, penting bagi manajemen untuk mengetahui seberapa jauh pencapaian kinerja entitas tersebut jika dibandingkan dengan target atau benchmark yang telah ditentukan. Informasi ini tentunya sangat berguna bagi peningkatan kinerja entitas tersebut secara terus-menerus. Kegagalan suatu entitas sebagian besar adalah karena tidak digunakannya proses pengukuran yang tepat untuk mengetahui pencapaian strategi dan target kinerjanya.
Peningkatan kinerja yang tepat mengharuskan berbagai perspektif penting dapat dicakup sehingga dalam proses pengambilan keputusan untuk perbaikan kinerja tidak terjadi salah arah (misleading). Kami memandang bahwa salah satu metode yang tepat untuk melaksanakan hal tersebut adalah dengan melakukan Implementasi KPI menggunakan Balanced Scorecard dalam Perusahaan bagi manajemen dan karyawan yang bergerak dalam berbagai sektor industri.
Lingkup Kerja PAT antara lain :
Tujuan Kegiatan
Terciptanya aplikasi sistem informasi akuntansi (SIA) yang terintegrasi di mana di dalamnya mencakup billing system, pencatatan piutang, pencatatan persediaan, pencatatan aktiva tetap, dan akuntansi yang dapat mendukung pengambilan keputusan.
Sasaran/Hasil yang Diharapkan
Mitra Kerja yang telah bekerja sama:
Asistensi penyusunan pedoman kebijakan manajemen risiko merupakan jasa konsultasi manajemen risiko untuk membantu perusahaan menyusun pedoman kebijakan manajemen risiko. Pedoman kebijakan manajemen risiko dipakai sebagai kebijakan, panduan umum, prosedur, dan instruksi kerja dalam menerapkan manajemen risiko. Hasil asistensi penyusunan pedoman kebijakan manajemen risiko ini adalah berupa pedoman kebijakan manajemen risiko yang terdiri dari pernyataan komitmen manajemen risiko perusahaan, pedoman umum manajemen risiko, prosedur manajemen risiko, instruksi kerja manajemen risiko, dan formulir manajemen risiko.
Mitra Kerja yang telah bekerja sama :
PT Perkebunan Nusantara IV (Persero)
Asistensi Risk Assessment merupakan jasa konsultasi manajemen risiko untuk membantu menyusun peta atau profil risiko perusahaan. Kegiatan ini dilakukan dengan cara memahami bisnis perusahaan, mengidentifikasi risiko, menganalisis/mengukur risiko yang teridentifikasi, dan menentukan prioritas risiko. Hasil risk assessment adalah Profil Risiko yaitu gambaran risiko yang dihadapi oleh perusahaan dan urutan prioritasnya sesuai dengan level risiko. Level risiko diperoleh dari perkalian antara likelihood dan konsekuensi masing-masing risiko. Hasil risk assessment ini selain bermanfaat untuk menentukan risiko yang menjadi prioritas untuk ditangani, juga sebagai dasar dalam menyusun Kebijakan manajemenrisiko perusahaan.
Mitra Kerja yang telah bekerja sama :
Kegiatan Survei Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfication Survey) adalah untuk :
Mitra kerja :
PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)
Tujuan : memberikan gambaran kepada Pihak Rumah Sakit mengenai manfaat PPK BLUD, persyaratan-persyaratan RSUD dalam rangka pengajuan menjadi BLUD.
Mitra Kerja: RSUD Kabanjahe dan RSUD Deli Serdang.
Selain itu, BPKP Provinsi Sumatera Utara juga menjadi nara sumber dalam Pengelolaan BLUD yang dihadiri oleh pengelola keuangan Rumah Sakit atau yang mewakili se Provinsi Sumatera Utara di Hotel Antares Medan.
Tujuan audit adalah untuk meyakini, bahwa :
a. Aset Tetap yang disajikan dalam laporan keuangan perusahaan dan aset yang belum tercatat yang dinyatakan dalam dokumen resmi perusahaan benar-benar ada dan merupakan hak milik perusahaan (Existence and Ownership).
b. Pencatatan dan klasifikasi seluruh aset yang dimiliki, dikuasai dan dimanfaatkan oleh perusahaan telah dilakukan secara tepat dan lengkap (Accuracy and Completeness).
c. Aset Tetap telah dinilai sesuai dengan Prinsip-prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum (Valuation).
d. Pengungkapan Aset Tetap telah memadai (Disclosure).
Sasaran audit adalah mendukung:
a. Terciptanya tertib administrasi serta kejelasan status Aset Tetap
b. Tersajinya data Aset Tetap produktif/non produktif sebagai dasar optimalisasi pemanfaatan aset.
c. Terbangunnya sarana guna penyempurnaan pengelolaan Aset Tetap perusahaan.
Mitra Kerja :
2. Audit atas Bantuan Pemerintah Yang Belum Ditetapkan Statusnya (BPYBDS)
Tujuan : Untuk memberikan pendapat atas dasar hukum, keberadaan dan nilai wajar dari aset yang akan diserahkan Pemerintahkepada BUMN/D dalam bentuk Penyertaan Modal Pemerintah (PMN).
Mitra Kerja : PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)
3. Evaluasi KSO
1) Antara PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) dengan PT Metito mengenai pengelolaan air minum
Tujuan : Untuk memberikan gambaran mengenai KSO yang menjadi salah satu pertimbangan dalam menyelesaikan masalah dengan PT Metito.
2) Antara PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) dengan PT Trans Utama Karya (TUK) mengenai CC 04
Tujuan : Untuk memberikan gambaran yang menjadi salah satu pertimbangan mengenai KSO dalam rangka pengambilan keputusan oleh PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)
| silahkan klik gambar diatas untuk informasi selengkapnya |